Animal Science
Bahaya Epidemi Mengancam Kelelawar

Baru-baru ini, wabah penyakit telah mengancam kelangsungan hidup populasi hewan-hewan yang berperan penting dalam penyerbukan tanaman pangan seperti kelelawar, lebah madu dan kaum amfibi.

 Astronomy
Ketika ISS Menjadi Sasaran Hacker

Para peretas komputer di seluruh dunia memang menyukai tantangan. Bukan hanya komputer bumi yang menjadi incaran mereka, tetapi mereka bahkan mencoba meretas sistem komputer di luar angkasa sana!

 Information Technology
Riset Kontroversial : Apakah Internet Membuatmu Bodoh?

Pada tahun 2008, Nicholas Carr mempublikasikan opininya tentang internet yang memicu perdebatan sengit para ilmuwan.

 Astronomy
Teka-teki Planet Mirip Bumi

Kemegahan angkasa mengandung sejuta misteri yang mengundang rasa penasaran umat manusia selama berabad-abad. Setiap kali memandang ke langit malam tanpa batas, seringkali rasa ingin tahu itu menghadir

Environmental Issues
Perjalanan Pulang Penguin “Happy Feet”
2012-03-09 14:44:57

Ini bukanlah sebuah judul film animasi. Penguin yang malang ini benar-benar diberi nama “Happy Feet” oleh para ilmuwan. Happy Feet yang mendadak menjadi selebriti di dunia maya sejak ia terdampar di pantai Selandia Baru tersebut telah dilepas kembali ke alam bebas untuk berenang pulang ke kampung halamannya di Antartika.

Acara pelepasan berlangsung mengharukan. Keberangkatan penguin Happy Feet di antar dengan kapal laut hingga mencapai pulau Campbell, sekitar 700 Km sebelah selatan dari Selandia Baru. Setelah itu, dengan hati-hati sang Penguin dilepas oleh para ilmuwan. untuk berenang pulang ke Antartika.

“Adalah perasaan yang tak terlukiskan ketika melihatnya kembali ke alam bebas. Hal ini merupakan bagian terbaik dari pekerjaan kami”,ujar Lisa Argilla, dokter hewan dari kebun binatang Wellington yang pernah menyelamatkan nyawa Happy Feet beberapa bulan yang lalu.

Nasib Penguin Malang

Happy Feet ditemukan dalam keadaan yang menyedihkan di pantai dekat Wellington. Ia terlihat sangat menderita karena memakan pasir pantai dan ranting-ranting. Sang Penguin mengira pasir putih tersebut adalah salju sehingga ia menelannya begitu saja. Penguin malang ini segera dilarikan ke kebun binatang untuk mendapat pengobatan medis. Kondisinya sekarat dan hampir mati. Setelah tiga babak pembedahan yang melibatkan salah seorang dokter bedah ternama di Selandia baru, Lisa Argilla, akhirnya nyawa Happy Feet dapat diselamatkan.

Komunitas penguin advisory group menggelar pertemuan dengan mengundang para ahli dari departemen konservasi (DOC), para peneliti dari Massey University di Wellington dan ilmuwan dari museum nasional Te Papa untuk mengambil keputusan mengenai takdir hidup sang Penguin. Peter Simpson, juru bicara dari DOC berkata,”Kami sepakat untuk melepaskan penguin ini di laut selatan Selandia Baru”

Dokter Lisa Argilla pernah menyatakan bahwa Happy Feet belum cukup sehat untuk dibebaskan karena berat badannya yang menyusut drastis akibat perjalanan yang jauh dan trauma pencernaan yang dialaminya. Happy feet perlu diberi “jus ikan” untuk menggemukkannya kembali.

Alasan kemunculan Happy Feet di pantai Selandia Baru masih menjadi misteri, walaupun para ahli mengatakan bahwa spesies Penguin Raja memang biasanya mengarungi perjalanan jauh di samudera raya pada musim panas di Antartika. Hanya saja bila mengingat jarak antara kampung halamannya dengan tempatnya terdampar yang berjarak hingga 2000 Km, tampaknya ia memang berpetualangan terlalu jauh.

Happy Feet, Selebriti di Antara Penguin

Happy Feet sendiri barangkali tak pernah menyadari bahwa ia telah menjadi begitu populer. Spesies Penguin Raja merupakan mahkluk langka yang harus dilindungi. Dengan tinggi sekitar 1,15 meter, spesies ini menjadi mahkluk menggemaskan yang berjalan dengan menyeret-nyeret kakinya.

Penguin berusia tiga setengah tahun dengan berat badan sekitar 27,5 kg ini menarik perhatian dunia internasional sejak kedatangannya di pantai Selandia baru. Banyak media yang meliriknya, hendak mendokumentasikan kisah hidupnya dalam buku dan film.

Walaupun Happy Feet menjadi bintang tamu yang jarang tampil di kebun binatang Wellington, para penggemarnya sangat banyak. Bahkan termasuk perdana Menteri Selandia Baru, John Key dan aktor ternama, Stephen Fry. Wah, sungguh prestasi luar biasa yang dapat dicapai oleh seekor penguin!

Akhir Kisah Sang Penguin

Perjalanan pulang Happy Feet sungguh sangat panjang. Banyak pihak yang mengkhawatirkan keselamatannya sehingga para ilmuwan memasang sebuah microchip yang dilengkapi dengan pelacak satelit agar jejak sang penguin ini dapat diikuti lewat  www.nzemperor.com.

Namun, apa mau dikata. Pada awal September tahun 2011, sinyal transmisi tersebut berhenti. Para ilmuwan tentu saja kehilangan jejaknya. Semua terkejut. Kemungkinan terburuknya, Happy Feet telah disantap predator. Namun bisa saja pelacak tersebut memang terlepas dari tubuh Penguin dan rusak setelah hanyut terbawa arus laut.

Colin Miskelly, seorang ahli hewan dari museum Te Papa berkata,”Sangat sulit bagi kami untuk mengetahui sebab hilangnya transmisi sinyal dari chip tersebut. Namun, ini waktunya untuk menghadapi realita bahwa Happy Feet telah kembali menjadi Penguin tak bernama yang tak akan pernah kami kenali lagi”

Namun Colin masih menyimpan harapan semoga kisah hidup Happy Feet akan berakhir Happy Ending. Semoga saja penguin itu selamat sampai di Antartika.

http://news.discovery.com/animals/happy-feet-penguin-lost-110912.html

http://news.discovery.com/animals/happy-feet-emperor-penguin-free-110904.html



Error connecting to mysql