Animal Science
Bahaya Epidemi Mengancam Kelelawar

Baru-baru ini, wabah penyakit telah mengancam kelangsungan hidup populasi hewan-hewan yang berperan penting dalam penyerbukan tanaman pangan seperti kelelawar, lebah madu dan kaum amfibi.

 Astronomy
Ketika ISS Menjadi Sasaran Hacker

Para peretas komputer di seluruh dunia memang menyukai tantangan. Bukan hanya komputer bumi yang menjadi incaran mereka, tetapi mereka bahkan mencoba meretas sistem komputer di luar angkasa sana!

 Information Technology
Riset Kontroversial : Apakah Internet Membuatmu Bodoh?

Pada tahun 2008, Nicholas Carr mempublikasikan opininya tentang internet yang memicu perdebatan sengit para ilmuwan.

 Astronomy
Teka-teki Planet Mirip Bumi

Kemegahan angkasa mengandung sejuta misteri yang mengundang rasa penasaran umat manusia selama berabad-abad. Setiap kali memandang ke langit malam tanpa batas, seringkali rasa ingin tahu itu menghadir

NEWS:
Vitamin C, Sang Pahlawan Penyelamat
2011-05-07 21:06:29

Dalam kisah fenomenal Pirates Caribean, diceritakan bahwa bahaya maut senantiasa mengintai para pelaut di abad penjelajahan samudera. Bukan hanya cuaca buruk dan ganasnya ombak lautan, tetapi juga bajak laut dan gurita raksasa yang menjadi monster pembunuh yang menakutkan.

Namun tahukah anda kalau sejarah mencatat ada “monster pembunuh” lainnya yang lebih berbahaya?. “Monster” ini telah “membantai” 116 orang dari 170 awak kapal Vasco da Gama. Kapal Magelhaens, sang penjelajah legendaris itupun tak lolos. Sebanyak 208 awaknya terbunuh oleh sang “monster” ganas. Bagi anda yang hidup di abad internet, tentu saja tak akan menyangka bahwa “monster” yang dimaksud bukanlah ikan hiu atau semacamnya, melainkan penyakit sariawan !

Selama berabad-abad, menjelajahi samudera raya merupakan perjalanan menantang maut yang sangat menakutkan. Para tabib masa itu terus mencoba mencari penyebab penyakit yang merenggut nyawa para pelaut dengan gejala gusi berdarah tersebut. Misteri mulai sedikit tersingkap ketika pada tahun 1747, seorang dokter kapal dari skotlandia, James Lind menemukan bahwa ada “ramuan ajaib” yang menyembuhkan sariawan. Rahasianya terletak pada buah jeruk.

Namun, kurangnya publikasi membuat “kesaktian” buah jeruk tidak sepopuler ancaman bajak laut. Lagi pula, jeruk tak dapat disimpan dalam waktu yang lama. Maklum, kulkas belum ditemukan, sementara pelayaran dapat memakan waktu bertahun-tahun. Para kapten kapal merebus sari jeruk dan mengawetkannya. Ketika ramuan olahan itu tak mempan menyembuhkan sariawan, mereka mulai menyalahkan teori James Lind, tanpa menyadari proses pemanasanlah yang menghancurkan vitamin C yang terkandung dalam jeruk tersebut.

“Ramuan ajaib” dalam buah jeruk ini baru menjadi buah bibir ketika kapten James Cook mengangkut jeruk nipis dan lemon yang lebih tahan lama dalam pelayarannya ke Hawaii. Ia membuat sejarah baru karena untuk pertama kalinya, tak ada awak kapal yag meninggal karena sariawan. Kerajaan Inggris pun menganugerahkan medali penghargaan padanya untuk prestasi ini.

Selebriti Baru di Dunia Medis

Setelah buah jeruk menjadi pahlawan yang populer bagi para pelaut, para ilmuwan berlomba-lomba untuk memburu zat ajaib yang terkandung di dalamnya.  Perburuan sengit ini dimenangkan oleh ahli biokimia Albert Szent-Gyorgyi yang berhasil mengisolasi sebuah senyawa anti sariawan dari cabai paprika Hungaria pada tahun 1928. Untuk keberhasilannya, ia menggondol penghargaan nobel dibidang fisologi dan kedokteran 9 tahun kemudian.

Sejak itu, vitamin C mulai dikenal dan menjadi selebriti baru di dunia kedokteran. “Karpet merah” digelar untuk beragam rumpun senyawa dalam keluarga besar vitamin C, diantaranya L-ascorbic acid, dehydroascorbic acid, vitamin antiscorbutic, L-xyloascorbic acid dan L-threo-hex-2-uronic acidy-lactone. Pada masa itu, vitamin ajaib ini juga mulai akrab dikenal dengan panggilan asam askorbid.

Selebriti baru ini semakin populer setelah Dr. Linus Pauling menemukan hubungan antara fungsi vitamin C dengan kekebalan tubuh. Ia memenangkan penghargaan nobel hingga dua kali untuk penemuan berharga ini. Berbagai penelitian pun dikembangkan untuk menyingkap rahasia “kesaktian”nya.  

Keajaiban Vitamin C

Tak hanya sekedar membasmi sariawan, Vitamin C ternyata masih memiliki banyak manfaat lainnya. Bahkan, para ahli memperkirakan ada lebih dari 300 manfaat yang dapat disumbangkannya pada tubuh manusia. Berikut ini hanya beberapa diantaranya :

  • Sebagai Antioksidan untuk mencegah kanker usus besar, prostat, dan payudara.
  • Mencegah risiko penyakit jantung koroner
  • Mengurangi produksi histamine, interleukin-10 dan interleukin-4 sehingga risiko alergi dapat diturunkan.
  • Membangun protein kulit untuk mencegah kulit menjadi kering.
  • Membantu penyerapan zat besi dari sayuran
  • Menghancurkan kolesterol sehingga dapat menurunkan tekanan darah
  • Berperan dalam penyembuhan luka
  • Memproduksi kolagen yang merupakan unsur penting pengikat persendian dan tulang.
  • Kombinasinya dengan vitamin E dipercaya dapat mencegah penyakit Alzheimer
  • Menyembuhkan stress, Vitamin C merupakan pilihan yang tepat untuk dikonsumsi pada masa depresi. Senyawa ini dapat menstimulasi fungsi adrenalin dengan cara melepaskan  hormon stres norepinephrine dan epinephrine sehingga membuat tubuh lebih rileks.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Dari sekian banyak senyawa organik, vitamin C termasuk yang paling berperan dalam meningkatkan ketahanan tubuh. Konsumsi 500 mg perhari sangat dianjurkan, sementara bila anda sedang sakit demam, anda membutuhkan suplai hingga 1 atau 2 gram perhari.

Susan Ritter dan Gailen D. Marshall dari University of Texas melakukan penelitian pada 12 relawan yang telah mengkonsumsi 1 gram vitamin C selama dua minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah netrofil, salah satu jenis sel darah putih yang bertugas melawan infeksi meningkat drastis. Disisi lain, Limfosit T, walaupun jumlahnya tidak berubah, karakteristiknya menjadi lebih aktif dan agresif ketika menghadapi virus. Sel T ini memproduksi lebih banyak interferon-gama, yang merupakan senjata antiviral yang efektif untuk memerangi sel-sel yang terinfeksi virus.

Musuh-musuh Vitamin C

Tidak seperti hewan mamalia, manusia tidak mampu membuat vitamin C di dalam tubuhnya sendiri. Karena itu vitamin C harus diperoleh dari makanan. Kabar baiknya, vitamin C mudah ditemukan disekitar kita, terutama dalam sayuran dan buah-buahan.  

Namun, tetap saja kita harus berhati-hati karena senyawa ajaib ini ternyata mempunyai banyak musuh. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat melumpuhkan kesaktian vitamin C :

  • Pemanasan, karena itu , sayuran jangan dimasak terlalu lama
  • Vitamin C dapat larut didalam air, maka dalam memasak sayuran disarankan jangan menggunakan terlalu banyak kuah.
  • Kadar gula dalam darah yang tinggi karena glukosa akan memblokir suplai vitamin C pada sel-sel darah putih.
  • Polusi udara , asap rokok, obat aspirin dan alkohol semuanya dapat membubarkan ikatan kimia pembentuk vitamin C 

Mengingat begitu fantastisnya peran vitamin C dalam kehidupan kita, alangkah baiknya bila kita mengkonsumsi sayuran dan buah yang merupakan sumber vitamin C secara teratur. Vitamin C dapat larut didalam air, sehingga kelebihannya akan dihanyutkan bersama dengan urine. Namun, bila anda seorang wanita yang sedang mengkonsumsi pil KB disarankan untuk berhati-hati karena vitamin C dalam dosis tinggi dapat melemahkan pengaruhnya.

Barangkali masih banyak fungsi lainnya dari senyawa ajaib ini yang belum disingkapkan dunia kedokteran. Walaupun demikian, untuk saat ini, vitamin C sudah cukup menjadi “pahlawan” yang menyelamatkan peradaban manusia.

http://www.modern-diets-and-nutritional-diseases.com/immune-system.html

http://www.syl.com/hb/someinterestingfactsaboutvitamincandimmunesystem.html

http://www.vitamins-nutrition.org/vitamins/vitamin-c.html

http://www.anyvitamins.com/vitamin-c-ascorbicacid-info.htm#Enemy%20of%20vitamin%20C

Captain Cook and the Scourge of Scurvy". BBC – History.



Error connecting to mysql