Animal Science
Bahaya Epidemi Mengancam Kelelawar

Baru-baru ini, wabah penyakit telah mengancam kelangsungan hidup populasi hewan-hewan yang berperan penting dalam penyerbukan tanaman pangan seperti kelelawar, lebah madu dan kaum amfibi.

 Astronomy
Ketika ISS Menjadi Sasaran Hacker

Para peretas komputer di seluruh dunia memang menyukai tantangan. Bukan hanya komputer bumi yang menjadi incaran mereka, tetapi mereka bahkan mencoba meretas sistem komputer di luar angkasa sana!

 Information Technology
Riset Kontroversial : Apakah Internet Membuatmu Bodoh?

Pada tahun 2008, Nicholas Carr mempublikasikan opininya tentang internet yang memicu perdebatan sengit para ilmuwan.

 Astronomy
Teka-teki Planet Mirip Bumi

Kemegahan angkasa mengandung sejuta misteri yang mengundang rasa penasaran umat manusia selama berabad-abad. Setiap kali memandang ke langit malam tanpa batas, seringkali rasa ingin tahu itu menghadir

NEW:
Hiu Gentayangan “Hantui” Lautan
2011-03-01 17:52:07

Di alam samudera raya yang terbuka, sama sekali tak ada tempat untuk bersembunyi, khususnya jika anda bertubuh besar. Beberapa sang jenis ikan penguasa lautan perlu belajar mengakali hal ini bila masih ingin memperoleh makanan untuk bertahan hidup. Maklum, bila mangsa keburu terbirit-birit ketakutan, bagaimana mungkin mereka dapat disergap tiba-tiba?

Selama ini, ikan hiu merupakan sosok predator yang menyeramkan bagi para buruannya. Gigi taring runcing yang siap merobek daging lawannya dan indera penciuman yang berselera tinggi dengan bau darah ternyata dirasa belum cukup. Beberapa spesies hiu berhasil mengembangkan “kesaktian” baru yang lebih menakutkan, mereka mampu “menghilang” seperti layaknya para penyihir dalam film horror. Dengan kesaktian invisiblenya, mereka akan “gentayangan” mengikuti calon mangsanya tanpa ketahuan. Hiiii…..

Tentu saja bukan ilmu sihir yang memampukan para hiu untuk memiliki kesaktian ini. Semua ini murni fisika, dan tampaknya, karnivora laut yang paling menakutkan ini menguasai teknik ilusi optik dengan sempurna. Rahasia inilah yang membuat para ilmuwan penasaran untuk menelitinya.

Julien Claes dari Catholic University of Louvain.menjelaskan, dari 50 spesies hiu, lebih dari 10%nya memiliki jenis kesaktian ini. Mereka dapat memproduksi dan memancarkan cahaya dari tubuh mereka sehingga membentuk kesan transparan seperti kaca.

Claes dan koleganya memfokuskan penelitian mereka pada salah satu hiu transparan ini yaitu Etmopterus spinax atau hiu lampion yang dikenal dengan julukan sang hantu pemburu. Cahaya yang keluar dari ikan hiu ini terbuat dari organ pemancar cahaya di dalam tubuh yang dinamakan “photospheres” .

Dalam penelitiannnya, Claes dan timnya mengumpulkan jantan dan betina dari hiu lampion yang berdomisili di lautan norwegia.Kelompok mahkluk bersirip raksasa tersebut di bawa ke Stasiun kehidupan laut Espeland yang aquariumnya telah diatur semirip mungkin dengan habitat asli mereka dalam hal suhu,pencahayaan dll. Selanjutnya, para ilmuwan mengukur intensitas transparansi dari setiap ekor hiu. Pengukuran dilakukan setelah beberapa eksperimen simulasi cahaya dilakukan untuk menguji respon hiu terhadap setiap jenis warna cahaya.

Sesegera setelah penangkaran, hampir semua hiu langsung mempraktikkan kesaktian menghilangnya dan biasanya baru berhenti satu jam kemudian.

Rahasia kesaktian ikan hiu ini kemungkinan karena mereka menggunakannya kedua matanya dan kelenjar kecil diotaknya untuk memonitor informasi cahaya. Seperti hiu pada umumnya, rahang hiu lampion terletak agak dibawah sehingga sistem kamuflase ini memudahkan mereka memangsa kerang atau tiram dengan tersembunyi.  Mengingat betapa menyeramkannya kesaktian ini, kita patut bersyukur ntunglah daging manusia bukan menu favorit para hiu yang memiliki kesaktian ala hantu ini.

Namun ternyata, kesaktian ini tak selalu digunakan untuk kepentingan horor, seperti menghantui para mangsanya. Tetapi juga, untuk kepentingan romantis, memikat lawan jenis. Wah…hm…

Indera Super Ikan hiu

 

Mengenal kesaktian predator menakutkan memungkinkan manusia untuk memahami kehidupan bawah laut. Ikan hiu memang selalu dikendalikan oleh insting pembunuh , gigi setajam pedang, tubuh hiu juga  penuh dengan berbagai indera penglihatan, penciuman, intuisi dan kemampuan merespon yang tajam.

 

Sejak awal, mereka sudah terkenal dengan radar detektor darah. Telinga hiu mirip dengan telinga manusia. Mereka juga memiliki reseptor elektrik yang dapat mendeteksi gerakan ikan panik dan bahkan medan magnet bumi. Sel-sel yang sensitif terhadap tekanan mondar-mandir didalam tubuhnya membuat mereka mampu mendeteksi keributan sekecil apapun dalam wilayah teritorialnya. Bahkan ikan-ikan kecil yang mengubur diri di dalam pasirpun tak lolos.

 

1. Tatapan Pembunuh

 

Dalam Film Jaws, Steven Spielberg menyatakan bahwa tak ada sinar kehidupan dalam bola mata seekor hiu. Ikan ini memang memelototi mangsanya tanpa berkedip seperti mata boneka. Dan memang benar. Cobalah anda membalas tatapan mata seeekor hiu, dan katakan anda tidak merasa ngeri. Sepasang mata itu memiliki tatapan sang pembunuh.

 

Jangan salah sangka. Bukan berarti ikan hiu gemar melotot untuk membuat ciut nyali mangsanya. Memang sudah dari sononya, Pupil hiu memang mirip manusia yang dapat berkontraksi untuk mengatur seberapa banyak cahaya yang diizinkan masuk. Ikan hiu bahkan dapat melihat dengan jelas sekalipun dalam kondisi yang remang-remang dibawah permukaan air.

 

2. Penciuman Maut

 

Sama seperti manusia, hidung ikan hiu mengumpulkan berbagai zat kimia disekitarnya. Tetapi karena lingkungannya ada dibawah permukaan air, hidungnya memiliki kemampuan tambahan untuk menyaring air dengan organ yang dinamakan lamellae. Dengan penciuman saktinya ikan ini siap melacak menu favoritnya.

 

3. Mendeteksi Jeritan Mangsa

 

Indera pendengar dan perasa terhubung dengan indera perabanya. Seiring dengan perjalanan memburu makan malam, mereka dapat mendengar suara kepanikan mangsanya dengan organ utriculus di telinga bagian dalam, sekaligus mencicipi perubahan rasa air dengan bulu-bulu halus telinganya. Begitu mendapatkan mangsanya, mereka akan otomatis menggigit satu kali sebelum memutuskan apakah akan menelannya sebagai menu makanan.

 

4. Perasa Tekanan.

 

Boleh dikatakan bahwa ikan hiu memiliki sebuah barometer alami. Ikan hiu dapat mendeteksi gerakan dan arah melalui perubahan tekanan gelombang air sehingga dapat mengetahui dimana keberadaan mangsa buruannya. Keahlian yang hebat ini bahkan tak dimiliki manusia.

 

Pada akhirnya, sebagai predator paling dominan, sang penguasa lautan, ikan hiu telah menginspirasikan kengerian agar kita menjaga jarak dengannya. Dengan bentuk fisik yang indah, elegan, kesaktian yang mendekati sempurna, cerdas dan dapat hidup dengan efektif dalam suasana bawah air yang gelap dan membingungkan, manusia selayaknya belajar banyak dari mereka.

Penelitian menarik ini dipublikasikan dalam Journal of Experimental Marine Biology and Ecology.

http://news.discovery.com/animals/super-shark-senses.html

http://news.discovery.com/animals/sharks-invisible-light-luminescence.html



Error connecting to mysql