Environmental Issue
Daun-Daun yang Gemar Bersolek

Klorofil, karotenoid, anthocyanin, dan tanin. Rahasia di balik kecantikan sehelai daun.

 Human Science
Memasak, Membuat Otak Manusia Semakin Pintar

Jika zaman dahulu nenek moyang tak menemukan cara mematangkan makanan mentah, mungkin otak kita sekarang hanya sebesar gorila.

 Robotic
Robot Impian Anak-anak

Apa yang anda harapkan bila robot telah menjadi bagian dari hidupmu sehari-hari?

 Nanotechnology
Memori Selusin Atom

Seiring perkembangan zaman, komputer memang menjadi semakin mini. Bila ratusan tahun yang lalu, komputer berukuran sebesar ruangan, kini komputer bahkan sudah tak dapat terlihat oleh mikroskop biasa!

Astronomy
Adakah Kehidupan di Planet Nomaden?
2012-04-09 17:55:11

Kehidupan yang kita kenal selama ini berada di bumi, sebuah planet yang nyaman dengan orbit stabil dan cakrawala yang bermandikan cahaya bintangnya, matahari. Tidak heran bila ada anggapan umum bahwa kehidupan hanya ada di planet yang dekat dan mengorbit bintangnya secara teratur. Namun, sebuah studi menunjukkan bahwa bisa jadi ada kehidupan di planet-planet yang menghuni bagian-bagian tergelap dalam alam semesta, yang jauh dari bintang-bintang.

Para peneliti dari Kavli Institute  dan Stanford University memperkirakan bahwa ada banyak planet nomaden, yang “ditendang keluar” dari bintang mereka.  Kini planet-planet tersebut mengembara bebas mengarungi Bima Sakti. Planet-planet ini diduga lebih padat dari planet Jupiter.

Untuk memperkirakan jumlah planet nomaden yang hanya sebesar Pluto, Louis Strigari mulai dengan prinsip hukum alam yang paling dasar – Dimana ada objek besar ditemukan, maka pasti masih banyak objek lain yang lebih kecil di sekitarnya – sama seperti kerikil-kerikil yang selalu ditemukan di antara batu besar.

Strigari dan koleganya menghitung jumlah planet nomaden dengan cara pemotretan langsung maupun dengan lensa mikro gravitasi (gravitational microlensing). Metode pemotretan langsung memiliki banyak kelemahan karena planet-planet tersebut akan tampak sangat kabur. Metode lensa mikro menjanjikan lebih banyak. Metode ini mencari objek angkasa yang berkelap-kelip di balik bintang, bahkan walaupun objek seukuran Pluto melintas didepannya dan membelokkan cahayanya dengan gravitasi.  Sejauh ini, telah ditemukan 24 Planet yang terdeteksi dengan metode lensa mikro, 14 masih terikat dengan bintangnya, sisanya telah “ditendang keluar”. Metode lensa mikro menawarkan harapan untuk mendeteksi kehadiran objek angkasa walaupun mereka sangat kecil, gelap, bahkan jauh diseberang galaksi.

“Tak ada bukti yang menunjukkan adanya kehidupan di planet nomaden, akan tetapi tak ada juga aturan yang menyangkalnya,” ujar Scott Gaudi, seorang ahli eksoplanet dari Ohio State University.

Paraahli eksoplanet berteori bahwa 80 % sistem tata surya telah mengalami guncangan gravitasi yang menyebabkan beberapa planet mereka terlempar keluar. Namun jika benar ada begitu banyak planet nomaden, apa artinya bagi para pemburu kehidupan alien? Jawabannya bahkan tanpa matahari di langit, kehidupan masih mungkin eksis di dunia terhilang tersebut. Bakteri bisa saja bertahan hidup di atmosfir yang tipis atau lapisan es asalkan temperaturnya terjaga oleh panas yang mengalir dalam planet yang terus bergerak selama milyaran tahun.

Penelitian menarik ini dipublikasikan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

http://www.skyandtelescope.com/news/How-Many-Unbound-Planets-Roam-the-Milky-Way-140917963.html



Error connecting to mysql