Environmental Issue
Daun-Daun yang Gemar Bersolek

Klorofil, karotenoid, anthocyanin, dan tanin. Rahasia di balik kecantikan sehelai daun.

 Human Science
Memasak, Membuat Otak Manusia Semakin Pintar

Jika zaman dahulu nenek moyang tak menemukan cara mematangkan makanan mentah, mungkin otak kita sekarang hanya sebesar gorila.

 Robotic
Robot Impian Anak-anak

Apa yang anda harapkan bila robot telah menjadi bagian dari hidupmu sehari-hari?

 Nanotechnology
Memori Selusin Atom

Seiring perkembangan zaman, komputer memang menjadi semakin mini. Bila ratusan tahun yang lalu, komputer berukuran sebesar ruangan, kini komputer bahkan sudah tak dapat terlihat oleh mikroskop biasa!

Archeology
Sinar Misterius di Kuil Maya
2012-03-26 00:03:18

Apakah ini merupakan bukti dari kekuatan mistis di situs reruntuhan suku maya? Ataukah hanya kesalahan dari kamera belaka?

Sebuah penampakan misterius tertangkap oleh kamera Hector Siliezar ketika ia mengunjungi kota Maya Kuno di Chichen Itza, Mexico pada tahun 2009 bersama istri dan anak-anaknnya. Ketika ia berada didepan kuil yang digunakan untuk menyembah dewa Kukulkan, sebuah badai petir melanda di kejauhan.

Melihat peluang untuk mengambil foto yang spesial, Siliezar segera memotret dengan harapan menangkap cahaya petir yang menjadi latar belakang piramida. Dia tak hanya berhasil, foto yang diperolehnya pun segera menggemparkan media. Tampak sesosok sinar misterius yang keluar dari puncak kuil dan mengarah lurus kelangit! Mungkinkah roh halus dari kuil Maya memperlihatkan kekuatannya? Beberapa orang melihat fenomena ini sebagai sinyal peringatan bahwa kiamat pada tanggal 21 desember tahun 2012 akan terjadi.

Namun, para ilmuwan membantah hipotesis tak berdasar ini. Kiamat tahun 2012 hanyalah tema jualan film Hollywood. Sampai hari ini, para penduduk Maya sendiri, bahkan nenek moyang mereka yang menciptakan kalender “Long Count” tersebut, tidak pernah meramalkan bahwa dunia akan berakhir pada tahun 2012.

Penjelasan yang paling logis dari keanehan ini adalah kesalahan fotografis. Siliezar mengambil tiga foto secara cepat dengan kamera iPhonenya untuk mendapatkan latar cahaya petir. Menurut Jonathon Hill dari Pusat Riset Mars di Arizona University, intensitas cahaya petir dapat membuat sensor kamera CCD berperilaku tak biasa, juga mnyebabkan refleksi internal pada seluruh kolom pixel lensa kamera.

Kesalahan pencahayaan pada sensor CCD ini memang bukan kecelakaan yang umum, tetapi dalam kasus artefak kuno ini, telah memberikan ilusi optik yang datang dari atas kuil. Benar-benar sebuah kebetulan yang ajaib.

Siliezar berkata bahwa ia tidak melihat satupun cahaya aneh pada saat ia memotret, sehingga menimbulkan dugaan bahwa cahaya tersebut terlalu redup untuk terlihat dengan mata telanjang, atau mungkin itu muncul bersamaan pada saat petir menyambar. Namun, ketika para ilmuwan melihat hasil fotonya, cahaya itu tampak sangat terang sehingga penjelasannya diragukan.

Apakah Siliezar  berbohong untuk mencari sensasi? Ataukah ini hanya kesalahan refleksi kamera semata? Apapun itu, yang jelas para ilmuwan tidak akan dapat menerima mitos-mitos yang sudah jelas melanggar hukum fisika optik.

http://news.discovery.com/human/mayan-temple-not-a-sign-from-the-gods.html



Error connecting to mysql