Environmental Issue
Daun-Daun yang Gemar Bersolek

Klorofil, karotenoid, anthocyanin, dan tanin. Rahasia di balik kecantikan sehelai daun.

 Human Science
Memasak, Membuat Otak Manusia Semakin Pintar

Jika zaman dahulu nenek moyang tak menemukan cara mematangkan makanan mentah, mungkin otak kita sekarang hanya sebesar gorila.

 Robotic
Robot Impian Anak-anak

Apa yang anda harapkan bila robot telah menjadi bagian dari hidupmu sehari-hari?

 Nanotechnology
Memori Selusin Atom

Seiring perkembangan zaman, komputer memang menjadi semakin mini. Bila ratusan tahun yang lalu, komputer berukuran sebesar ruangan, kini komputer bahkan sudah tak dapat terlihat oleh mikroskop biasa!

NEWS:
Kisah Laika, Sang Anjing Angkasa
2012-01-26 08:24:51

Sebuah film swedia, My Life As A Dog, menceritakan bahwa Ingemar, seorang anak 12 tahun merenungkan hidupnya yang kerap dirundung tragedi. Ia menyebutkan kasus Laika sebagai contoh. Laika merupakan mahkluk hidup pertama yang dikirim Rusia untuk mengorbit Bumi. Ilmuwan menempatkan anjing itu di dalam pesawat angkasa tanpa mempersiapkan cara untuk membawanya kembali dengan selamat.

Mengapa harus melibatkan anjing? Karena ilmuwan perlu menguji sistem pendukung kehidupan pada pesawat sputnik 2. Akhirnya mereka menemukan Laika, anjing malang yang tersesat dijalanan Moskow dan melatihnya selama berbulan-bulan untuk misi angkasa. Beberapa saat sebelum peluncuran, Vladimir Yazdovsky membawa Laika pulang kerumah untuk bermain dengan anak-anaknya. Ia merasa perlu bersikap manis dengan anjing ini mengingat ketidakpastian yang menantinya.

Peluncurannya sukses, tetapi takdir Laika telah ditentukan. Catatan kematiannya banyak versi. Selama bertahun-tahun, ia diyakini mengalami sesak napas karena cadangan oksigen yang tak cukup untuk hidup selama 6 hari. Yang lain mengklaim bahwa laika memang sengaja dibunuh untuk meringankan penderitaannya. Akan tetapi pada tahun 2002, ilmuwan Soviet, Dimitri Malashenkov memberi pernyataan resmi pada kongres angkasa internasional bahwa Laika meninggal beberapa jam setelah mencapai orbit karena kepanasan. Sistem pengatur suhu udaranya belum dirancang dengan layak.

Kasus Laika menarik perhatian sejak Nick Abadzis menerbitkan novel bergambar yang mengisahkan perjalanan hidupnya. Para pembaca terlanjur jatuh cinta pada sosok anjing yang imut ini, dan mereka kecewa dengan akhir ceritanya. Memang tragis, tapi sejarah tak dapat diulang kembali. Dengan menuliskan kisahnya, Abadzis berharap ada kebijaksanaan yang lebih baik dalam menggunakan hewan sebagai alat uji coba.

“Bekerja sama dengan hewan dalam penelitian pada akhirnya akan membuat kita menderita”, ujar Oleg Gazenko, salah satu pelatih Laika, “ kami memperlakukan mereka seperti bayi yang tak bisa bicara. Semakin berlalunya waktu, semakin kami menyesalinya. Tak banyak yang dapat kami pelajari dari misi tersebut, yang dapat sebanding dengan harga kematian Laika”

Untuk mengenang pengorbanan Laika, patungnya didirikan di depan kantor  Russia's Star City, sebuah lokasi pusat pelatihan kosmonot Rusia.

http://news.discovery.com/space/laike-the-russian-space-dog-finally-gets-a-happy-ending-110712.html



Error connecting to mysql