Environmental Issue
Daun-Daun yang Gemar Bersolek

Klorofil, karotenoid, anthocyanin, dan tanin. Rahasia di balik kecantikan sehelai daun.

 Human Science
Memasak, Membuat Otak Manusia Semakin Pintar

Jika zaman dahulu nenek moyang tak menemukan cara mematangkan makanan mentah, mungkin otak kita sekarang hanya sebesar gorila.

 Robotic
Robot Impian Anak-anak

Apa yang anda harapkan bila robot telah menjadi bagian dari hidupmu sehari-hari?

 Nanotechnology
Memori Selusin Atom

Seiring perkembangan zaman, komputer memang menjadi semakin mini. Bila ratusan tahun yang lalu, komputer berukuran sebesar ruangan, kini komputer bahkan sudah tak dapat terlihat oleh mikroskop biasa!

NEW:
Ketika Bintang Raksasa Mendidih
2011-02-17 08:22:20

Selama berabad-abad, rahasia sinar sebuah bintang memang mengundang sejuta misteri. Manusia telah melakukan pengamatan bintang sejak ribuan tahun yang lalu. Namun, kemajuan sains dan teknologi di abad modern ini hanya menguak secuil dari rahasia semesta yang maha luas. Dalam kasus ini, misteri bintang raksasa adalah contohnya.

Observasi dengan teleskop radio berukuran 1,8 meter menunjukkan banyak gelembung raksasa muncul pada permukaan Betelgeuse, sebuah bintang yang berjarak 640 tahun cahaya di konstelasi Orion. Memancarkan cahaya yang 100.000 kali lebih dahsyat dari matahari, Betelgeuse merupakan bintang berwarna oranye yang sangat terang di bahu pemburu Orion. Betelgeuse yang tua renta telah mendekati “ajalnya”. Umurnya tidak panjang lagi, diperkirakan sisa hidupnya “tinggal” beberapa ribu tahun. Jika bintang ini meledak, seharusnya itu dapat terlihat dari bumi, walaupun pada siang hari.

Para astronom telah lama penasaran bagaimana bintang raksasa berwarna merah ini dapat menyemburkan begitu banyak materi ke luar angkasa. Rasa penasaran ini berawal dari hasil pengamatan dengan Teleskop Hubble beberapa waktu yang lalu. Ron Gilliland dari Space Telescope Science Institute berkomentar bahwa mereka menemukan keganjilan pada permukaan bintang tersebut, tetapi masih belum dapat mengindentifikasinya secara detail.

Ada pula laporan dari University of California bahwa ukuran bintang ini menyusut sebanyak 1 % setiap tahunnya. Pada saat itu, para ilmuwan berspekulasi bahwa energi konveksi raksasa pada permukaan bintang tersebut padam perlahan-lahan.

Kini, berkat dukungan dari berbagai penelitian, yang telah memberikan pada para ilmuwan secara detail, tentang apa yang sebenarnya terjadi pada permukaan bintang-bintang yang sangat jauh dari bumi tersebut, mereka mendapatkan jawaban yang tak biasa—bintang raksasa itu mendidih

Keiichi Ohnaka, dari Max-Planck-Institut di Bonn, Jerman dan koleganya menemukan gelembung gas raksasa—yang beberapa bahkan sebesar bintang itu sendiri bergerak ketas dan kebawah atmosfir bintang tersebut. 

Para ilmuwan tak yakin dari mana asal gelembung raksasa tersebut, tetapi mereka menduga ini seperti mekanisme untk melepaskan gas dan elemen yang lebih berat ke angkasa luar. Materi baru yang terlempar ini diduga kelak akan membentuk bintang dan planet baru.

Dengan memanfaatkan gabungan pencahayaan tiga buah teleskop, mereka berhasil membangun alat super akurat yang dapat meneliti ukuran sekecil bola tenis pada jarak 200 mil. Dari situ mereka memperhatikan bahwa gelembung raksasa itu melemparkan banyak materi keluar angkasa.

Harapan para ilmuwan, mudah-mudahan observasi ini kelak dapat mendorong pemecahan misteri bintang-bintang raksasa lainnya. Sasaran berikutnya adalah Antares, dari konstelasi rasi bintang kalajengking. Hasil observasi ini dilaporkan dalam salah satu edisi Astronomy & Astrophysics.

http://news.discovery.com/space/exploding-boiling-star.html



Error connecting to mysql