Environmental Issue
Daun-Daun yang Gemar Bersolek

Klorofil, karotenoid, anthocyanin, dan tanin. Rahasia di balik kecantikan sehelai daun.

 Human Science
Memasak, Membuat Otak Manusia Semakin Pintar

Jika zaman dahulu nenek moyang tak menemukan cara mematangkan makanan mentah, mungkin otak kita sekarang hanya sebesar gorila.

 Robotic
Robot Impian Anak-anak

Apa yang anda harapkan bila robot telah menjadi bagian dari hidupmu sehari-hari?

 Nanotechnology
Memori Selusin Atom

Seiring perkembangan zaman, komputer memang menjadi semakin mini. Bila ratusan tahun yang lalu, komputer berukuran sebesar ruangan, kini komputer bahkan sudah tak dapat terlihat oleh mikroskop biasa!

NEW:
Plester Pintar Pendeteksi Infeksi
2011-01-15 15:14:56

Jangan anggap remeh sebuah luka. Entah itu luka akibat tergores pisau pemotong buah, maupun luka pasca operasi akan tetap mendapatkan tanggapan yang serius dari infanteri sistem pertahanan tubuh dibawah komando sel darah putih maupun pasukan perbaikan jaringan dibawah pimpinan sistem pembekuan darah. Selama periode kritis ini, bila kuman-kuman berhasil menerobos sistem pertahanan tubuh, akan terjadi infeksi yang menyebabkan luka bertambah parah.

Alangkah baiknya bila kita memeriksa luka secara rutin untuk memastikan tidak ada infeksi. Namun, membuka tutup plester atau perban dapat menjadi ritual yang menyakitkan bagi pasien. Belum lagi, kontak dengan udara juga dapat mendatangkan resiko infeksi.

Karena itulah para ilmuwan Jerman dari Institusi Riset Fraunhofer , EMFT di Munich mengembangkan plester serba guna yang dapat membantu kita mendeteksi infeksi pada luka. Bila terjadi infeksi, plester pintar ini akan berubah warna dari kuning menjadi ungu.

Menurut Dr. Sabine Trupp, ilmuwan dari EMFT, cara kerjanya sederhana. Kulit yang sehat dan luka yang telah dipulihkan memiliki derajat keasaman (pH) dibawah 5. Bila nilainya meningkat menjadi basa dengan range 6.5 hingga 8.5 , dipastikan telah terjadi infeksi. Dengan mengamati perbahan warna dan membandingkannya dengan tabel warna derajat keasaman yang sudah baku, kita dapat memperkirakan sejauh mana proses pemulihan sudah berlangsung.

Yang menarik, para ilmuwan juga berencana mengembangkan modul sensor optik dan menyatukannya dengan plester untuk mengukur derajat keasaman dan menampilkan persentase tahap pemulihan sehingga dapat menyediakan informasi tentang penyembuhan luka secara tepat. Bayangkan, hanya dengan menempelkan plester kita dapat mengukur kinerja dari sistem perbaikan jaringan tubuh kita hari demi hari.

Langkah berikutnya kini adalah menguji plester “ajaib” ini dilingkungan rumah sakit. Dr. med. Philipp Babilas yang akan mengepalai pelaksanaan proyek ini di klinik dermaologi dari University of Regensburg. Pengujian akan difokuskan pada peran yang dimainkan oleh nilai derajat keasaman dalam penyembuhan luka kronis. Setelah itu, mereka berharap dapat segera menemukan partner bisnis yang tepat untuk memproduksinya secara komersil.

Wah, benar-benar penemuan yang menarik. Kelak pastikan plester pintar ini ada di dalam kotak P3K anda.

http://www.sciencedaily.com/releases/2010/11/101116093821.htm



Error connecting to mysql