Environmental Issue
Daun-Daun yang Gemar Bersolek

Klorofil, karotenoid, anthocyanin, dan tanin. Rahasia di balik kecantikan sehelai daun.

 Human Science
Memasak, Membuat Otak Manusia Semakin Pintar

Jika zaman dahulu nenek moyang tak menemukan cara mematangkan makanan mentah, mungkin otak kita sekarang hanya sebesar gorila.

 Robotic
Robot Impian Anak-anak

Apa yang anda harapkan bila robot telah menjadi bagian dari hidupmu sehari-hari?

 Nanotechnology
Memori Selusin Atom

Seiring perkembangan zaman, komputer memang menjadi semakin mini. Bila ratusan tahun yang lalu, komputer berukuran sebesar ruangan, kini komputer bahkan sudah tak dapat terlihat oleh mikroskop biasa!

NEW:
Alasan Kucing Berpura-pura Sakit
2011-01-09 16:53:54

Anda mungkin mengenal kucing sebagai “pemalas” manja yang gemar tidur berjam-jam dipangkuan sang majikan. Bahkan ia bisa tidur hingga 18 jam perhari ! Memang kemalasan ini sebenarnya sangat beralasan. Usus kucing yang pendek hanya membuatnya mampu mencerna sangat sedikit makanan sehingga ia perlu banyak menghemat energi.

Walaupun demikian, banyak keistimewaan kucing yang mengagumkan. Contohnya gagasan “Sembilan nyawa” yang membuat seekor kucing akan baik-baik saja saat terjatuh dari tempat yang sangat tinggi. Ia menerapkan hukum fisika dengan sangat baik untuk memperlambat percepatannya dalam gerak jatuh bebas.

Namun, itu belum semuanya. Ada lagi “keahlian” hewan “pemalas” yang gemar mengeong ini.

Pernahkah kucing kesayangan ada menunjukkan gejala-gejala berikut? menolak makanan, muntah berkali-kali , mengacak-ngacak dan mengotori sekitarnya? Jangan panik dulu. Anda mungkin khawatir bila si Kitty jatuh sakit. Akan tetapi, bisa jadi ia hanya sedang “berakting”. Tak percaya? Inilah salah satu bakat terpendam seekor kucing yang terdeteksi oleh para ilmuwan.

Menurut Dokter hewan, Tony Buffington dari Ohio State University perilaku kamuflase yang dilakukan oleh kucing bukanlah tanpa alasan. Bukan juga karena mereka gemar berbohong. Ternyata binatang sensitif ini mudah stres dengan keadaan lingkungan sekitarnya. Ketidaknyamanan akan membuat mereka “ngambek” dengan pura-pura sakit.

Judi Stella melakukan penelitian terhadap 12 ekor kucing sehat dan 20 ekor kucing sakit. Mereka ditempatkan di dalam ruangan dengan jadwal pemberian makan, bermain  dan pembersihan kandang yang teratur. Para pasien kucing pun tampak lebih segar dan tidak lagi muntah-muntah. Namun, dari minggu ke 2  hingga minggu ke 77, jadwal berubah tak teratur. Akibatnya kucing yang sehatpun stres dan menunjukkan gejala pura-pura sakit. Fakta lain yang tak kalah menarik adalah semakin tua seekor kucing, “bakat aktingnya” akan semakin meningkat. 

Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of the American Veterinary Medical Association.

http://www.sciencedaily.com/releases/2011/01/110103110357.htm

Buku Fisika Dasar-dasar mekanika Jilid 1, Halliday dkk.



Error connecting to mysql