Environmental Issue
Daun-Daun yang Gemar Bersolek

Klorofil, karotenoid, anthocyanin, dan tanin. Rahasia di balik kecantikan sehelai daun.

 Human Science
Memasak, Membuat Otak Manusia Semakin Pintar

Jika zaman dahulu nenek moyang tak menemukan cara mematangkan makanan mentah, mungkin otak kita sekarang hanya sebesar gorila.

 Robotic
Robot Impian Anak-anak

Apa yang anda harapkan bila robot telah menjadi bagian dari hidupmu sehari-hari?

 Nanotechnology
Memori Selusin Atom

Seiring perkembangan zaman, komputer memang menjadi semakin mini. Bila ratusan tahun yang lalu, komputer berukuran sebesar ruangan, kini komputer bahkan sudah tak dapat terlihat oleh mikroskop biasa!

NEW:
Berbisnis Pelangi
2011-01-09 16:48:39

Petang yang indah rasanya belum lengkap tanpa kehadirannya. Warna-warninya yang memukau telah menginspirasi banyak kisah , mulai dari puisi, lagu , dongeng anak-anak, novel romantis dan bahkan Film. Ya… siapapun yang melihat pelangi akan setuju bahwa alam telah menyuguhkan salah satu lukisan terbaiknya. Harmoni yang indah antara sinar matahari, air dan hukum-hukum fisika optik dapat menghasilkan fenomena alam yang begitu menawan.

Namun, keajaiban pelangi tak hanya sampai disitu. Pelangi telah terlibat banyak dalam peradaban manusia selama berabad-abad. Kini, busur cantik ini tak hanya sekedar hadir untuk menghias cakrawala, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan yang menggiurkan. Sebuah lahan bisnis !

Dan inilah manusia-manusia cerdas yang terobsesi dengan warna-warni pelangi. Seorang artis, Guggenheim Fellow dan Michael Jones McKean, ilmuwan dari Virginia Commonwealth University menghabiskan waktu 8 tahun untuk mendalami teknik pembuatan pelangi.

Resep meracik “adonan” pelangi sebenarnya sangat sederhana, hanya memerlukan bahan baku sinar matahari dan air. Dengan Pompa Jet, selang karet dan penyemprot yang biasa ditemukan di peralatan tukang kebun, mereka menyemprot air ke udara untuk meniru hujan dan menciptakan pelangi buatan. Persediaan bahan baku air ini diperoleh dengan menampung air hujan, sehingga dihasilkanlah “pelangi ramah lingkungan”.

Musim panas ini, Bemis Center for Contemporary Arts di Omaha, yang pernah menjadi tempat riset Mc Kean akan memiliki peralatan yang dapat memungkin pengunjung berjalan melewati dua buah pelangi. Busur warna-warni yang menawan ini membentang sepanjang 200 kaki dan memiliki tinggi yang kurang lebih sama. Warna-warninya bahkan masih dapat terlihat sejauh 1000 kaki. Sayangnya, pelangi buatan ini berumur pendek, hanya 15 menit saja.

Proyek pelangi yang di garap McKean ini akan “dipajang” diatas atap Bemis Center, dimana bagian bawah gedungnya telah menampung sisa-sisa air untuk didaur ulang. Menurut mereka, fenomena pelangi di alam sebenarnya sesuatu yang biasa, tetapi jarang terjadi. Peralatan pelangi ini dibuat dengan harapan dapat menciptakan keindahan yang mewarnai rutinitas sehari-hari yang membosankan.

Kita tunggu saja, kapan kira-kira pelangi buatan ini dapat di order di Indonesia? Atau siapa tahu anda berminat untuk mempertimbangkan lahan bisnis fisika optik yang unik ini?

http://news.discovery.com/tech/artist-recycles-rainbows.html



Error connecting to mysql