NEW:
Buaya Memilih Berselancar Daripada Berenang

Buaya bukanlah perenang jarak jauh yang handal seperti ikan. Hewan reptil yang ganas ini ternyata memiliki talenta lain selain berenang dan menyelam, yaitu “berselancar”.

 NEW:
Mobil dengan Baterai ala HP

Parailmuwan telah melakukan berbagai cara untuk menghasilkan mobil yang ramah lingkungan. Berbagai bahan bakar alternatif telah diujicoba. Mulai dari mobil tenaga surya, mobil hidrogen hingga mobil dengan bahan bakar etanol.

 NEW:
Terobsesi Es Puncak Gunung

Para Ilmuwan tak pernah kehabisan kreativitas dalam menghadapi ancaman pemanasan global. Mulai dari cara sederhana seperti penghijauan, edukasi lingkungan, hingga bahan bakar alternatif.

 NEW:
Marmut Lebih Gemuk Ketika Iklim Berubah

Ketika banyak mahkluk planet ini dirugikan oleh pemanasan global, marmut yang bermukim di lembah Colorado, pegunungan Rocky ini malah bertambah makmur.

NEW:
Marmut Lebih Gemuk Ketika Iklim Berubah
2010-07-23 20:42:47

Ketika banyak mahkluk planet ini dirugikan oleh pemanasan global, marmut yang bermukim di lembah Colorado, pegunungan Rocky ini malah bertambah makmur. Tampaknya marmut jenis Marmota flaviventis inilah yang seharusnya berterima kasih pada perubahan iklim karena atmosfir yang menghangat menyebabkan hewan pengerat berbulu coklat ini bertambah gemuk

Arpat Ozgul , ahli ekologi dari Imperial College London, bersama dengan timnya mengamati data fisik marmut yang di kumpulkan dalam waktu 33 tahun. Populasi bangsa pengerat ini melonjak naik seiring dengan bertambah panjangnya musim panas. Rata-rata berat badan mereka juga naik dari 3,1 Kg hingga 3,4 Kg. Tim penelitian Ozgul pun mengevaluasi semua faktor yang berhubungan dengan hal ini, seperti berat badan marmut, tingkat pertumbuhan dan kesempatan bereproduksi.

“Hubungan antara berat badan dan dinamika populasi adalah faktor kritis yang harus dimengerti jika ingin menyelidiki dampak perubahan iklim terhadap populasi”, ujar Stephanie Jenouvrier, seorang ahli biologi dari Chizé Centre for Biological Studies di Perancis.

Pemanasan global menyebabkan berkurangnya durasi musim dingin sehingga memperpendek masa hibernasi (tidur panjang) yang biasa dilakukan hewan pengerat. Karena marmut bangun lebih cepat, mereka lebih cepat melahirkan sehingga memiliki waktu panjang untuk mempunyai banyak anak.

Seiring bertambahnya masa pertumbuhan, marmut juga makan lebih banyak. Padahal, tumbuhan bunga bluebell yang menjadi makanan marmut , stoknya sudah berkurang drastis sejak tahun 2000. Namun, bukannya berdiet, marmut malah kreatif mengubah menu makannya. Mungkin saja mereka menemukan menu baru yang lebih “berlemak”.

Ozgul dan rekan-rekannya terus menyelidiki sampai dimana faktor pemanasan global ini dapat mengubah ukuran hewan. Barangkali dapat menjadi alarm bagi kita semua, bahwa dampak ekologi akibat ulah manusia ternyata sangat besar.

http://www.nature.com/news/2010/100721/full/news.2010.366.html



Rating: 2.7/10 (6 votes cast)

Previous Next
yohanessurya.com
Saat ini belum ada komentar yang masuk. Silakan memberikan komentar Anda..

 characters left