NEW:
Buaya Memilih Berselancar Daripada Berenang

Buaya bukanlah perenang jarak jauh yang handal seperti ikan. Hewan reptil yang ganas ini ternyata memiliki talenta lain selain berenang dan menyelam, yaitu “berselancar”.

 NEW:
Mobil dengan Baterai ala HP

Parailmuwan telah melakukan berbagai cara untuk menghasilkan mobil yang ramah lingkungan. Berbagai bahan bakar alternatif telah diujicoba. Mulai dari mobil tenaga surya, mobil hidrogen hingga mobil dengan bahan bakar etanol.

 NEW:
Terobsesi Es Puncak Gunung

Para Ilmuwan tak pernah kehabisan kreativitas dalam menghadapi ancaman pemanasan global. Mulai dari cara sederhana seperti penghijauan, edukasi lingkungan, hingga bahan bakar alternatif.

 NEW:
Marmut Lebih Gemuk Ketika Iklim Berubah

Ketika banyak mahkluk planet ini dirugikan oleh pemanasan global, marmut yang bermukim di lembah Colorado, pegunungan Rocky ini malah bertambah makmur.

NEW:
Penelitian Terbaru Gempa Sumatra
2010-07-14 20:17:39

Dua gempa yang besar pernah melanda Sumatra. Walaupun tragedi memilukan ini sudah lama terjadi, para ilmuwan kini masih menyelidiki alasan mengapa keduanya memiliki dampak yang berbeda. Laporan baru mengenai riset gempa ini dipublikasikan tanggal 9 Juli 2010 oleh Journal Science.

Sang surya menyembunyikan sinar keemasannya ketika mendung duka menyelimuti Aceh. 26 Desember 2004 menjadi lembaran hitam dalam sejarah Indonesia ketika badai tsunami secara tiba-tiba menyapu propinsi paling utara tersebut. Gelombang setinggi 30 meter menghantam masyarakat pesisir. Minimnya sistem peringatan bencana menyebabkan 230.000 jiwa meninggal dunia dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal.

Tiga bulan kemudian, gempa bumi besar lainnya juga terjadi di wilayah selatan, tetapi tidak menimbulkan akibat separah gempa pertama. Perbedaan ini mengundang perhatian dari para ilmuwan geofisika mancanegara.

Tim Ilmuwan dari University of Southampton di Inggris dan University of Texas bekerja sama dengan tim peneliti dari ITB dan LIPI melakukan penelitian untuk menemukan penyebab mengapa kedua gempa ini menimbulkan akibat yang tidak sama. Pada area utara, batas lempeng yang dipantau dengan peralatan seismik dari kapal terlihat bersinar terang. Ini menunjukkan massa yang lebih rendah sehingga lempeng mudah bergeser. Sementara hasil pantauan seismik di area selatan menunjukkan hasil yang berbeda. Perbedaan ini menyebabkan beberapa lempeng tektonik wilayah utara terperosok lebih dalam ke dasar laut sehingga terjadi tragedi tsunami yang mengerikan.

“Dengan memahami apa yang menyebabkan wilayah tertentu lebih rawan, kita dapat berbicara tentang wilayah rawan tsunami lainnya”, ujar Sean Gullick dari University of Texas . “ kita harus menyelidiki faktor apa yang dapat membatasi besarnya gempa dan hal-hal apa yang dapat mengurangi bahaya tsunami”,lanjutnya.

http://www.sciencedaily.com/releases/2010/07/100708141535.htm




Rating: 4.7/10 (6 votes cast)

Previous Next
yohanessurya.com
Saat ini belum ada komentar yang masuk. Silakan memberikan komentar Anda..

 characters left