Buaya bukanlah perenang jarak jauh yang handal seperti ikan. Hewan reptil yang ganas ini ternyata memiliki talenta lain selain berenang dan menyelam, yaitu “berselancar”.
NEW: Mobil dengan Baterai ala HP
Parailmuwan telah melakukan berbagai cara untuk menghasilkan mobil yang ramah lingkungan. Berbagai bahan bakar alternatif telah diujicoba. Mulai dari mobil tenaga surya, mobil hidrogen hingga mobil dengan bahan bakar etanol.
NEW: Terobsesi Es Puncak Gunung
Para Ilmuwan tak pernah kehabisan kreativitas dalam menghadapi ancaman pemanasan global. Mulai dari cara sederhana seperti penghijauan, edukasi lingkungan, hingga bahan bakar alternatif.
NEW: Marmut Lebih Gemuk Ketika Iklim Berubah
Ketika banyak mahkluk planet ini dirugikan oleh pemanasan global, marmut yang bermukim di lembah Colorado, pegunungan Rocky ini malah bertambah makmur.
NEW: Film “Horor” ala Astronot
Walaupun film-film fiksi ilmiah gencar menayangkan petualangan manusia di luar angkasa, saat ini ilmuwan lebih memilih mengirim robot.
NEW: Ditemukan : Ratusan Planet Di luar Tata Surya
Sampai saat ini manusia masih penasaran tentang misteri kehidupan di luar angkasa. Berbagai upaya pencarian pun gencar dilakukan. Kini, pemburu planet NASA telah mengidentifikasi lebih dari 700 calon planet di luar tata surya kita dan beberapa diantaranya memiliki ukuran yang sama dengan bumi.
NEW: Penelitian Terbaru Gempa Sumatra
Dua gempa yang besar pernah melanda Sumatra. Walaupun tragedi memilukan ini sudah lama terjadi, para ilmuwan kini masih menyelidiki alasan mengapa keduanya memiliki dampak yang berbeda.
NEW: Khasiat Madu Sebagai Antibiotik
Selama ribuan tahun, manusia telah mencicipi manisnya madu. Bahkan pada tahun 3000 SM, madu sempat digunakan sebagai alat pembayaran di Mesir. Dalam dunia kecantikan, cairan manis berwarna keemasan ini juga terbukti ampuh sebagai bahan kosmetik.
NEW: Robot Canggih Belajar Menjadi Manusia
Tak lama lagi, robot canggih yang ada dalam banyak film fiksi ilmiah akan menjadi lebih dari sekedar imajinasi Hollywood. Perjuangan para ilmuwan untuk menciptakan robot yang semirip mungkin dengan manusia telah memasuki babak baru.
NEW: Tendangan Penalti dan Fisika
Masih ingat bagaimana Ghana tersingkir dari Piala Dunia 2010? Waktu itu Gyan Asamoah yang menjadi eksekutor tendangan penalti gagal memanfaatkan peluang emas yang diberikan wasit Olegario Benquerenca dalam pertandingan yang sangat seru ini.
NEW: Lompatan Gen Membuat Setiap Manusia Menjadi Unik
Setiap manusia adalah pribadi yang unik. Manusia bukanlah produk massal dari pabrik, melainkan di desain dengan ciri khusus yang tidak mungkin sama dengan orang lain.
NEW: Tanaman Bunga Menyejukkan Bumi
Tanaman bunga banyak sekali manfaatnya. Warna-warninya yang semarak dapat menghiasi lobi hotel atau kantor. Beberapa jenis digunakan untuk memproduksi parfum dan kosmetik.
Teknologi Masa Depan Asteroid: Bencana atau Tambang Emas?
Pada tanggal 1 Januari 1801, seorang ahli astronomi dari Italia, Giuseppe Piazzi, menemukan sebuah obyek tak dikenal di ruang angkasa. Semula ia mengira obyek itu adalah komet, tetapi setelah orbitnya diteliti lebih lanjut ternyata obyek tersebut justru sangat mirip dengan planet.
Ayo Bermimpi Karpet Terbang
Dongeng klasik mengenai Aladin telah mendunia selama berpuluh-puluh tahun. Selain lampu ajaib cerita Aladin juga menampilkan karpet ajaib yang bisa digunakan untuk meluncur di angkasa.
Astronomi Mengenal Gerakan Matahari di Langit
Pada waktu-waktu tertentu, Utami sering mendapati saat bangun jam lima pagi dan melihat keluar jendela, keadaan di luar sudah tampak terang. Tetapi di lain waktu, pada jam yang sama ternyata di luar keadaan masih gelap. Wah, mengapa yah? Apakah ada yang salah dengan jam tangan Utami?
NEW: Penelitian Terbaru Gempa Sumatra 2010-07-14 20:17:39 Dua gempa yang besar pernah melanda Sumatra. Walaupun tragedi memilukan ini sudah lama terjadi, para ilmuwan kini masih menyelidiki alasan mengapa keduanya memiliki dampak yang berbeda. Laporan baru mengenai riset gempa ini dipublikasikan tanggal 9 Juli 2010 oleh Journal Science.
Sang surya menyembunyikan sinar keemasannya ketika mendung duka menyelimuti Aceh. 26 Desember 2004 menjadi lembaran hitam dalam sejarah Indonesia ketika badai tsunami secara tiba-tiba menyapu propinsi paling utara tersebut. Gelombang setinggi 30 meter menghantam masyarakat pesisir. Minimnya sistem peringatan bencana menyebabkan 230.000 jiwa meninggal dunia dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal.
Tiga bulan kemudian, gempa bumi besar lainnya juga terjadi di wilayah selatan, tetapi tidak menimbulkan akibat separah gempa pertama. Perbedaan ini mengundang perhatian dari para ilmuwan geofisika mancanegara.
Tim Ilmuwan dari University of Southampton di Inggris dan University of Texas bekerja sama dengan tim peneliti dari ITB dan LIPI melakukan penelitian untuk menemukan penyebab mengapa kedua gempa ini menimbulkan akibat yang tidak sama. Pada area utara, batas lempeng yang dipantau dengan peralatan seismik dari kapal terlihat bersinar terang. Ini menunjukkan massa yang lebih rendah sehingga lempeng mudah bergeser. Sementara hasil pantauan seismik di area selatan menunjukkan hasil yang berbeda. Perbedaan ini menyebabkan beberapa lempeng tektonik wilayah utara terperosok lebih dalam ke dasar laut sehingga terjadi tragedi tsunami yang mengerikan.
“Dengan memahami apa yang menyebabkan wilayah tertentu lebih rawan, kita dapat berbicara tentang wilayah rawan tsunami lainnya”, ujar Sean Gullick dari University of Texas . “ kita harus menyelidiki faktor apa yang dapat membatasi besarnya gempa dan hal-hal apa yang dapat mengurangi bahaya tsunami”,lanjutnya.