NEW:
Buaya Memilih Berselancar Daripada Berenang

Buaya bukanlah perenang jarak jauh yang handal seperti ikan. Hewan reptil yang ganas ini ternyata memiliki talenta lain selain berenang dan menyelam, yaitu “berselancar”.

 NEW:
Mobil dengan Baterai ala HP

Parailmuwan telah melakukan berbagai cara untuk menghasilkan mobil yang ramah lingkungan. Berbagai bahan bakar alternatif telah diujicoba. Mulai dari mobil tenaga surya, mobil hidrogen hingga mobil dengan bahan bakar etanol.

 NEW:
Terobsesi Es Puncak Gunung

Para Ilmuwan tak pernah kehabisan kreativitas dalam menghadapi ancaman pemanasan global. Mulai dari cara sederhana seperti penghijauan, edukasi lingkungan, hingga bahan bakar alternatif.

 NEW:
Marmut Lebih Gemuk Ketika Iklim Berubah

Ketika banyak mahkluk planet ini dirugikan oleh pemanasan global, marmut yang bermukim di lembah Colorado, pegunungan Rocky ini malah bertambah makmur.

NEW:
Khasiat Madu Sebagai Antibiotik
2010-07-13 17:43:06

Selama ribuan tahun, manusia telah mencicipi manisnya madu. Bahkan pada tahun 3000 SM, madu sempat digunakan sebagai alat pembayaran di Mesir. Dalam dunia kecantikan, cairan manis berwarna keemasan ini juga terbukti ampuh sebagai bahan kosmetik.

Adalah sang lebah madu alias Apis Melifera yang menjadi pahlawan dalam hal ini. Spesies ini tidak hanya berjasa dalam mengolah nektar bunga menjadi madu, tetapi juga  membantu penyerbukan bunga sehingga ekosistem dunia tetap terjaga.

Baru-baru ini, berita yang lebih manis datang menghampiri dunia medis. Sebastian A.J. Zaat, Ph.D.,seorang peneliti mikrobiologi dari Academic Medical Center di Amsterdam berhasil membuktikan bahwa madu dapat membunuh bakteri. Ternyata kawanan lebah madu membuat protein defensin-1 yang dapat digunakan untuk mneyembuhkan luka bakar, infeksi pada kulit dan bahkan menjadi jenis antibiotik baru. Biasanya, bakteri yang sudah pernah berhadapan dengan antibioik akan membangun sistem kekebalan dirinya sehingga kelak antibiotik itu sudah tak mempan lagi. Namun, protein madu ini sanggup menghancurkan sistem kekebalan bakteri ini.

Untuk menghasilkan penemuan yang mengesankan ini, Zaat dan rekan-rekannya menyelidiki aktivitas antibakteri pada madu yang telah ditempatkan di dalam tabung tes. Antibakteri ini dibiarkan melawan sistem kekebalan antibiotik yang dimiliki oleh sejenis bakteri penyebab penyakit. Setelah itu, mereka mengembangkan metode untuk menetralisir faktor antibakteri pada madu tersebut untuk mempelajari sejauh mana kontribusi yang dapat diberikannya dalam perang melawan bakteri. Akhirnya, mereka berhasil mengisolasi protein defensin-1. Protein ini ibarat senjata rahasia yang ditempatkan oleh lebah madu untuk melindungi produk mereka dari serangan bakteri.

Akhir kata, manusia patut bersyukur dengan keberadaan spesies Apis Melifera dalam taksonomi planet ini. Serangga yang produktif ini ternyata memiliki protein yang berharga, rahasia dari sistem kekebalan tubuhnya, yaitu sebuah sistem antibiotik alami yang menakjubkan.
 
http://www.sciencedaily.com/releases/2010/06/100630111037.htm




Rating: 3.9/10 (7 votes cast)

Previous Next
yohanessurya.com
Saat ini belum ada komentar yang masuk. Silakan memberikan komentar Anda..

 characters left