|
|
|
 |
|
SREC Peletakan Batu Pertama Ged. Surya Research & Education Center,sebuah harapan bagi daerah tertinggal 2010-05-08 15:19:57
Pada tanggal 22-02-2010 jam 10 pagi Prof.
Yohanes Surya, Ph.D telah diadakan acara peletakan batu pertama
pembangunan gedung Surya Research and Education Center (disingkat SREC).
Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh staff Surya Institute,
perwakilan World Vision International (WVI), anak-anak dari pedalaman
Papua dan para undangan ini, Prof. Yohanes Surya memberikan penjelasan
tentang maksud dan tujuan pembangunan gedung SREC yang luasnya (termasuk
asrama) sekitar 10.000 m2 diatas tanah seluas 1 hektar ini di daerah
Gading Serpong Tangerang ini.
 Sejak 15 tahun
yang lalu Prof. Yohanes Surya memimpikan anak-anak Indonesia dapat
belajar Fisika dan matematika secara mudah. Sambil melatih Tim
Olimpiade Fisika Indonesia, Prof. Yohanes Surya terus menerus
mengembangkan suatu sistim pembelajaran yang membuat siswa dapat belajar
Fisika dan Matematika secara sangat mudah. Pembelajaran Fisika dan
Matematika yang dinamakan pembelajaran GASING (GAmpang ASyik dan
menyenaNGkan) ini sekarang sudah mulai disebarkan di berbagai daerah
sambil terus disempurnakan.
 Lewat lembaga
Surya Institute yang didirikan tahun 2006, Prof. Yohanes Surya telah
melatih lebih dari 5000 guru tentang bagaimana mengajar fisika dan
matematika GASING ini. Hampir semua guru yang dilatih merasakan
kurangnya waktu pelatihan yang hanya 5 hari itu. Mereka meminta
pelatihan yang lebih lama dan lebih intensif untuk menguasai
metode-metode GASING ini.
Disamping guru-guru, Prof. Yohanes
Surya melatih siswa-siswa dari berbagai daerah tertinggal di pedalaman
Papua seperti dari kabupaten Tolikara, Jayawijaya, Lanny Jaya, Puncak
Jaya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Timika, Raja Ampat, Fakfak, Sorong
Selatan, Jayapura dan lainnya. Siswa-siswa ini adalah siswa-siswa yang
dianggap terbodoh di kabupatennya. Ada yang sudah 4 tahun tidak naik
kelas, ada yang sangat sulit belajar dan lainnya. Setelah beberapa lama
dilatih, hasilnya luar biasa sekali. Siswa-siswa yang semula sudah
dianggap tidak punya harapan ini, ternyata mampu menguasai matematika
SD kelas 1-6 dengan baik dalam waktu kurang dari 6 bulan. Melihat
hasil ini, daerah-daerah tertinggal mendesak agar guru-gurunya dapat
dilatih metode yang mereka namakan metode “ajaib” ini.
 Desakan luar
biasa dari berbagai pihak yang menginginkan perbaikan kualitas
pendidikan khususnya dalam bidang sains dan matematika ini, mendorong
Prof. Yohanes Surya untuk membangun Surya Research and Education center
(SREC) . Bangunan yang terletak di komplek Scientia square Gading
Serpong, Tangerang ini akan dipakai untuk melatih metode GASING pada
ribuan guru-guru. Dilengkapi dengan laboratorium-laboratorium,
perpustakaan ruang-ruang kelas kapasitas 600-700 orang ini , SREC akan
menjadi pusat pengembangan dan penyebarluasan metode GASING ini tidak
hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.
Program awal
SREC difokuskan untuk melatih guru-guru dari daerah-daerah tertinggal di
Indonesia. Di daerah-daerah ini kualitas pendidikan sangat rendah.
Siswa SMA kelas 2 tidak mampu menghitung perjumlahan dua digit,
perkalian sederhana, terlebih lagi pecahan. Kondisinya sangat-sangat
menyedihkan. Mereka butuh bantuan. SREC diharapkan dapat memberikan
secercah harapan pada daerah-daerah tertinggal ini untuk bangkit sejajar
dengan daerah lain di Indonesia dalam sains dan matematika.
|
 |
Rating: 4.3/10 (16 votes cast) |
|
|
|
|
|
|
 |
 |
|
|
 |
|