TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Peletakan Batu Pertama Ged. Surya Research & Education Center,sebuah harapan bagi daerah tertinggal


Pada tanggal 22-02-2010 jam 10 pagi Prof. Yohanes Surya, Ph.D  telah diadakan acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Surya Research and Education Center (disingkat SREC). Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh staff  Surya Institute, perwakilan World Vision International (WVI), anak-anak dari pedalaman  Papua dan para undangan ini, Prof. Yohanes Surya memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan pembangunan gedung SREC yang luasnya (termasuk asrama) sekitar 10.000 m2 diatas tanah seluas 1 hektar ini di daerah Gading Serpong Tangerang ini.

Sejak 15 tahun yang lalu Prof. Yohanes Surya memimpikan anak-anak Indonesia dapat belajar Fisika dan matematika secara mudah.  Sambil melatih Tim Olimpiade Fisika Indonesia, Prof. Yohanes Surya terus menerus mengembangkan suatu sistim pembelajaran yang membuat siswa dapat belajar Fisika dan Matematika secara sangat mudah. Pembelajaran Fisika dan Matematika yang dinamakan pembelajaran GASING (GAmpang ASyik dan menyenaNGkan) ini sekarang sudah mulai disebarkan di berbagai daerah sambil terus disempurnakan.

Lewat lembaga Surya Institute yang didirikan tahun 2006, Prof. Yohanes Surya  telah melatih lebih dari 5000 guru tentang bagaimana mengajar fisika dan matematika GASING ini.  Hampir semua guru yang dilatih merasakan kurangnya waktu pelatihan yang hanya 5 hari itu. Mereka meminta pelatihan yang lebih lama dan lebih intensif untuk menguasai metode-metode GASING ini.

Disamping guru-guru, Prof. Yohanes Surya melatih siswa-siswa dari berbagai daerah tertinggal di pedalaman Papua seperti dari kabupaten Tolikara, Jayawijaya, Lanny Jaya, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Timika, Raja Ampat, Fakfak, Sorong Selatan, Jayapura dan lainnya.  Siswa-siswa ini adalah siswa-siswa yang  dianggap terbodoh di kabupatennya. Ada yang sudah 4 tahun tidak naik kelas, ada yang sangat sulit belajar dan lainnya. Setelah beberapa lama dilatih, hasilnya luar biasa sekali. Siswa-siswa yang semula sudah dianggap tidak punya harapan ini,  ternyata mampu menguasai matematika SD kelas 1-6  dengan baik dalam waktu kurang dari 6 bulan.  Melihat hasil ini, daerah-daerah tertinggal  mendesak agar guru-gurunya dapat dilatih metode yang mereka namakan metode “ajaib” ini.


Desakan luar biasa dari berbagai pihak yang menginginkan perbaikan kualitas pendidikan khususnya dalam bidang sains dan matematika ini,  mendorong Prof. Yohanes Surya untuk membangun Surya Research and Education center (SREC) .  Bangunan yang terletak di komplek Scientia square Gading Serpong, Tangerang ini akan dipakai untuk melatih metode GASING pada ribuan guru-guru.  Dilengkapi dengan laboratorium-laboratorium, perpustakaan ruang-ruang kelas kapasitas 600-700 orang ini , SREC akan menjadi pusat pengembangan dan penyebarluasan metode GASING ini tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.

Program awal  SREC difokuskan untuk melatih guru-guru dari daerah-daerah tertinggal di Indonesia. Di daerah-daerah ini kualitas pendidikan sangat rendah. Siswa SMA kelas 2 tidak mampu menghitung perjumlahan dua digit, perkalian sederhana, terlebih lagi pecahan.  Kondisinya sangat-sangat menyedihkan.  Mereka butuh bantuan.  SREC diharapkan dapat memberikan secercah harapan pada daerah-daerah tertinggal ini untuk bangkit sejajar dengan daerah lain di Indonesia dalam sains dan matematika. (***)



YS