TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Kipas Angin Bikin Dingin


Tanya: Salam hangat Prof. Yohanes. Saya tinggal di Cikampek yang udaranya relatif panas. Kalau kegerahan, saya menyalakan kipas angin atau mengepak-ngepakan kertas biar adem. Hasilnya, kipas angin atau kertas yang kita kepak-kepakan itu menghasilkan udara yang lebih sejuk. Padahal, udara yang menghembus ke tubuh saya ya itu-itu juga. Kipas angin dan kertas itu juga tidak dilengkapi dengan alat pendingin seperti halnya air conditioner (AC). Mengapa hal ini terjadi ya Prof.? Terima kasih atas jawaban Prof. (Roma Junianto, di Cikampek)

Jawab: Pada waktu kegerahan, kita biasanya keluar keringat. Tetes keringat itu akan menguap dengan cara mengambil panas dari kulit tubuh kita tempat tetes keringat itu berada. Akibatnya, kulit tempat tetes keringat itu menguap akan terasa dingin. Ini sama seperti ketika kita mengoleskan spirtus atau alkohol di permukaan kulit kita. Ketika spirtus atau alkohol menguap, kulit kita terasa dingin dan nyaman. 

Angin yang mengenai tubuh kita dapat mempercepat proses penguapan tetes-tetes keringat itu. Itu sebabnya, kipas angin yang berputar atau kertas yang kita kibaskan akan membuat kita lebih nyaman, meskipun suhu udara lingkungan tempat kita berada tidak dingin.



(Yohanes Surya)