TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Semut jatuh dari Lantai 20


Tanya: Prof. Yohanes yang saya kagumi, saya ingin menyampaikan satu pertanyaan sepele tapi pasti menjadi pertanyaan orang lain yang punya perhatian terhadap kehidupan makhluk hidup di Bumi ini. Pertanyaannya, apa yang akan terjadi bila seekor semut jatuh dari gedung lantai 20. Sekadar gambaran, orang yang terjatuh dari lantai 4 sebuah gedung saja bisa mati. Terima kasih atas jawabannya. (Ryang Adisty Farahsita, di Klaten)

Jawab:Ada dua hal yang kita perlu perhatikan untuk menganalisis fenomena ini, yaitu saat semut jatuh dan saat semut mendarat. Ketika jatuh, semut mengalami dua gaya yaitu gaya gravitasi yang mempercepat jatuhnya semut dan gaya hambat udara yang menghambat gerakan semut. Gaya hambat udara sangat tergantung pada luas permukaan benda yang jatuh. Misalnya, sehelai kertas yang dijatuhkan pada posisi mendatar mendapat gaya ke atas lebih besar dari kertas yang digumpalkan. Untuk melihat apakah gaya ke atas yang dialami semut itu lebih besar atau lebih kecil dari gaya gravitasi, kita perhatikan gerakan semut saat jatuh. Kalau semut terlihat bergerak dipercepat ke bawah, artinya gaya gravitasi lebih besar. Di sini kemungkinan semut mati lebih besar. Tetapi kalau semut terlihat turun lambat sekali, artinya gaya hambat udara hampir sama dengan gaya gravitasi, sehingga kemungkinan semut bertahan hidup lebih besar.
Hal kedua yang dapat mempengaruhi apakah semut akan mati atau tidak adalah ketika semut mendarat. Kaki semut dapat ditekuk seperti pegas. Ketika mendarat, semut akan memanfaatkan kakinya untuk meredam kecepatannya, sehingga semut dapat mendarat dengan mulus. Berat semut yang tidak terlalu besar dapat ditahan oleh kakinya. Hal ini memberi peluang hidup semut lebih besar.



(Yohanes Surya)