TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Dasar Perhitungan Waktu


Tanya: Terima kasih sebelumnya atas dimuatnya e-mail saya. Prof., saya masih bingung dengan waktu. Tanpa mengenal posisi, semua tempat yang ada di dunia ini memiliki hitungan waktu yang sama. Kalau satu menit itu sama dengan 60 detik. Satu detik di mana-mana sama dengan sekian ehm (entah apa nama satuannya). Pada arloji saya, jam dinding yang ada di rumah Profesor, Jam Gadang di Bukittinggi, atau jam tangan yang dipakai George W. Bush, pastilah satu detik itu sama dengan sekian ehm.

Yang jadi pertanyaan, dari mana sumber acuan waktu itu sehingga semua tempat sama hitungannya? Apa dari rotasi Bumi? Seandainya dihitung dari peredaran Bumi mengelilingi Matahari selama 365 hari, lalu dari mana bisa menghitung harinya, jamnya, menitnya, detiknya. Ah, pokoknya, sumber acuan waktu itu dari mana gitu loh! (Raden Soepriadi, xxxnuns@yahoo.com)

Jawab: Sdr. Soepriadi, waktu standar di Bumi memang sudah dipikirkan orang sejak zaman dulu. Awalnya, mereka menggunakan gerakan Matahari sebagai acuan. Kemudian mereka membuat jam pasir, yaitu dengan menggunakan dua tabung di mana pasir mengalir jatuh dari satu tabung ke tabung lain.
Ada juga yang menggunakan jam air; seperti jam pasir tapi menggunakan air. Namun, cara-cara itu tidak akurat. Akhirnya, orang menetapkan waktu standar yaitu satu detik sama dengan waktu yang dibutuhkan oleh atom Cesium bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.
Atom yang masuk klasifikasi logam ini pertama kali ditemukan oleh ahli kimia Jerman, Robert Wilhelm Bunsen dan Gustav Robert Kirchoff, pada tahun 1860. Cesium ditemukan melalui analisis spektroskopik terhadap air mineral Durkheim. Saat ini, Cesium terutama ditemukan dari mineral pollucite (CsAlSi2O6).
Sekarang Anda tidak bingung lagi 'kan?



(Yohanes Surya)