TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Lilin di Luar Angkasa


Tanya: Prof. Yohanes yth., sampai saat ini saya belum mengerti kenapa nyala api, misalnya pada lilin, selalu mengarah ke atas? Seandainya lilin dibawa ke luar angkasa, lalu dinyalakan dan katakanlah berhasil menyala, apakah arah apinya juga ke atas?

Terima kasih Prof. atas jawaban Anda. (Agus Subali, di Bogor)

Jawab: Sdr. Subali, mari kita lihat dulu bagaimana cara kerja api lilin. Ketika sumbunya dibakar, lilin yang menempel pada sumbunya akan menguap. Uap lilin dan oksigen bercampur dan terbakar memancarkan panas dan cahaya. Proses berikutnya, panas api lilin melelehkan permukaan atas lilin. Melalui proses kapiler, lelehan ini naik lewat sumbunya. Ketika mencapai nyala api, lelehan ini menguap. Uapnya akan terbakar dengan oksigen. Demikian seterusnya.
Gas yang dihasilkan dari pembakaran lilin lebih ringan dari udara. Akibatnya, gas akan naik. Aliran gas ke atas itu membuat nyala api berbentuk seperti tetes air. Di luar angkasa, tidak ada udara sehingga lilin tidak mungkin menyala. Seandainya kita bisa menyalakan lilin (katakan dalam tabung berisi gas oksigen), maka nyala lilin akan berlawanan dengan arah "bobot" gas.



(Yohanes Surya)