TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Diam Jatuh, Jalan Seimbang


Tanya: Terima kasih sebelumnya karena e-mail ini dimuat. Kejadian berikut ini selalu dirasakan orang di mana pun berada. Saat kita berada di atas sepeda atau sepeda motor dalam keadaan diam, kita sulit menjaga keseimbangan. Akan tetapi, ketika sepeda atau sepeda motor itu mulai berjalan, keseimbangan sangat mudah terjadi. Bahkan, sepertinya kita tidak menghiraukan hal itu. Apakah kejadian ini dapat dijelaskan secara ilmiah Prof.? Terima kasih atas jawabannya. (Efa Maydhona Saputra di Magelang)


Jawab: Persoalan ini melibatkan gaya sentrifugal dan gravitasi. Ketika sepeda (motor) diam, maka tidak ada gaya sentrifugal yang bekerja padanya karena kecepatannya nol. Nah, saat diam inilah gaya gravitasi membuatnya jatuh.
Berbeda waktu sepeda (motor) sedang berjalan. Gaya sentrifugal ini mampu mengimbangi berat badan kita sehingga kita tidak jatuh (seimbang). Gaya sentrifugal sangat terasa ketika kita membelok. Saat membelok ke kiri, kita akan merasakan gaya sentrifugal ke kanan (tubuh kita terasa terlempar ke kanan). Demikian juga ketika sepeda (motor) membelok ke kanan, kita akan terlempar ke kiri. Besarnya gaya sentrifugal ini tergantung pada kecepatan. Semakin cepat sepeda (motor) bergerak, semakin besar gaya sentrifugal yang kita rasakan.
Ketika sepeda motor bergerak lambat, gaya sentrifugal kecil. Gaya ini tidak mampu mengatasi gaya berat kita, akibatnya kita mudah jatuh.


(Yohanes Surya)