TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Maju Tapi Kok Mundur?


Tanya: Maaf Prof. kalau pertanyaan saya simpel saja. Begini, saya sebenarnya tidak menyukai balap mobil Formula 1 atau MotoGP. Hanya saja, ketika tanpa sengaja saya menontonnya, ada sesuatu yang membuat mata saya selalu melotot ke layar teve. Yakni ketika kendaraan atau motor itu mengurangi kecepatan, misalnya sewaktu menikung, mengapa putaran roda dapat terlihat ”seolah-olah” berbalik arah? Apakah karena kecepatan yang tinggi kemudian berkurang secara drastis?

Terima kasih atas jawaban Anda. (Ian Samudra, di Papua)

Jawab: Fenomena seolah-olah berbalik arah itu dikarenakan keterbatasan mata kita. Mata kita mempunyai kemampuan melihat 12 - 14 frame per detik. Kalau pernah melihat orang membuat film kartun, sebanyak 12 - 14 lembar gambar yang ditayangkan di teve berurutan dalam jangka waktu sedetik itulah gerakan yang masih bisa ditangkap mata kita dengan benar.

Ketika serangkaian gambar diputar lebih cepat dari 14 frame per detik, mata kita kewalahan. Serangkaian gambar itu akan dilihat sebagai sesuatu yang kontinyu. Nah, biasanya sebuah film diputar dengan kecepatan 32 frame per detik. Jika dalam film ada roda berputar dengan ke-cepatan 32 putaran per detik kita akan melihat roda itu diam. Jika rodanya berputar lebih cepat, roda kelihatan maju, tetapi ketika lebih lambat, roda kelihatan mundur.

Jadi, ketika roda mula-mula berputar dengan kecepatan 40 putaran per detik lalu diperlambat menjadi 20 putaran per detik, arah putaran roda dapat terlihat berbalik arah.

Semoga menjawab pertanyaan Anda



(Yohanes Surya)