TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Definisi Meter Dan Milimeter


Tanya: Pak Yo, saya selaku guru mesti jujur bila saya tidak mampu menjawab pertanyaan siswa. Mohon maaf bila pertanyaan saya ini tidak ada kadar fenomenanya.
Begini, saya guru yang mengajar IPA di SMP dan berlatar belakang biologi, bukan fisika. Jadi, bila ada pertanyaan yang menyangkut fisika, saya tak dapat langsung menjawabnya karena takut tidak benar dan akan menyesatkan siswa. Nah, melalui Rubrik "Fenomena" ini saya ingin meneruskan pertanyaan siswa yang sedang duduk di kelas III SMP.
Begini pertanyaannya. Bila 1 m (meter standar) adalah panjang yang sama dengan 1.650.763,73 panjang gelombang cahaya atom Krypton-86 dalam ruang hampa udara, bagaimana cara menetapkan milimeter? Karena 1 mm = 0,001 m, berdasarkan perhitungan seperti apa maka harus 0,001 m?
(Rely Rizaldy, S.Pd., di Kalimantan Selatan)

Jawab: Untuk mendefinisikan milimeter kita harus mendefinisikan meter dulu. Dari definisi meter kita tetapkan 1 mm = 0,001 m. Jadi, kita tidak perlu mendefinisikan lagi 1 mm itu.
Definisi meter yang dipakai sekarang tidak lagi menggunakan panjang gelombang radiasi Krypton-86, tetapi menggunakan kecepatan cahaya yang nilainya dianggap sangat akurat, yaitu 299.792.458 m·s-1. Jadi, meter didefinisikan sebagai panjang lintasan cahaya dalam ruang hampa selama waktu 1/299.792.458 (seper dua juta sekian-sekian) detik.



(Yohanes Surya)