TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Semut "Sakti" Dalam Microwave


Tanya: Prof. Yohanes Yth., saya biasa makan siang di kantor. Untuk itu saya membawa bekal makanan dari rumah. Sebelum menyantapnya, saya memanaskan kembali makanan tersebut di oven microwave. Nah, sudah beberapa kali saya mendapati bahwa setelah saya memanaskan makanan di oven microwave, ada semut yang terbawa di piring masih segar bugar berjalan keluar dari bawah tumpukan nasi saya.  Apakah Prof. Yo dapat membantu menjelaskan mengenai "semut sakti" tadi? Kok dia bisa bertahan hidup di dalam oven microwave, saat saya memanaskan makanan?
Terima kasih.
(Monica, di Jakarta)

Jawab: Sdr. Monica, ketika bekerja, oven microwave memancarkan gelombang elektromagnetik. Gelombang tersebut tidak diserap oleh plastik atau kaca, tetapi mudah diserap oleh lemak, gula, dan air yang terdapat pada makanan. Penyerapan gelombang ini membuat makanan menjadi hangat.  Dugaan saya, semut termasuk hewan kering karena mempunyai sedikit air di tubuhnya, sehingga ia tidak menyerap banyak gelombang elektromagnetik tersebut. Itu sebabnya ia tidak mati terkena gelombang ini. Kemungkinan alasan lain adalah ukuran semut yang lebih kecil dari panjang gelombang dari gelombang elektromagnetik yang berukuran beberapa cm (gelombang umumnya tidak berpengaruh pada benda-benda yang lebih kecil dari panjang gelombangnya).
Begitulah penjelasan saya. Semoga memadai.



(Yohanes Surya)