TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Energi untuk Tumbuhan laut Dalam


Tanya: Hallo Prof., saya adalah salah satu dari sekian banyak pengemar Intisari. Rubrik "Fenomena " asuhan Bapak adalah yang paling saya sukai. Tuhan telah menganugerahkan alam yang terindah di dunia kepada kita. Sehubungan dengan kekayaan alam itu saya ingin menyampaikan pertanyaan yang selama ini mengganggu benak saya.

Kalau kita perhatikan, tumbuh-tunbuhan di darat memerlukan proses fotosintesis untuk bisa tumbuh. Namun, bagaimana dengan tumbuhan yang berada di dalam laut pada kedalaman > 100 m dimana sinar Matahari tidak bisa mencapainya. Terimakasih atas jawabanya. (David Edison Mandowen, di Jayapura)

Jawab: Sdr. David, agar bisa tetap hidup, tumbuhan memang perlu energi. Energi ini biasa diperoleh dari Matahari melalui proses fotosintesis. Namun, di laut yang sangat dalam, sinar Matahari tidak tembus. Dengan demikian, di daerah tersebut tumbuhan dan alga yang butuh sinar Matahari tidak hidup. Namun, ada tumbuhan lain yang masih bisa hidup, misalnya berbagai bakteri. Mereka dapat mengambil sumber energi lain, yakni mata air panas bawah laut. Mata air panas bawah laut ini melepaskan hidrogen sulfida yang digunakan oleh bakteri sebagai penghasil energi pengganti Matahari. Proses pengambilan energi ini dinamakan kemosintesis.
Bagaimana Sdr. David, sudah tidak ada lagi yang mengganggu benak Anda 'kan?



(Yohanes Surya)