TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Harimau Sumatra Kok Lebih Kecil?


Tanya: Salam hangat Prof. Yohanes. Saya sudah lama penasaran kepingin tahu jawaban atas pertanyaan mengapa makluk hidup yang berkembang di Indonesia rata-rata bertubuh lebih kecil dibandingkan dengan satwa sejenis di tempat lain. Contohnya, gajah Indonesia jauh lebih kecil dibandingkan dengan gajah Afrika. Harimau jawa atau Sumatra terlihat lebih kecil dari pada harimau benggala. Demikian juga anjing, kuda, sapi, bahkan orang Indonesia pada umumnya. Padahal negeri kita merupakan sumber makanan berlimpah, sehingga tidak ada alasan kurang makan.

Atas jawaban Prof. saya ucapkan terima kasih. (Frans Hartono, di Mojokerto)

Jawab: Sdr. Frans yang penasaran, di samping gen-gen dalam tubuh makhluk hidup, keadaan lingkungan dapat mempengaruhi bentuk, ukuran, dan warna makhluk hidup. Misalnya, kulit seorang yang tadinya berwarna kuning, dapat menjadi agak kehitaman jika terus menerus terjemur sinar Matahari. Atau leher kura-kura di pulau Galapagos panjang-panjang karena mereka harus mengambil daun-daun tanaman kaktus yang cukup tinggi letaknya.
Penyebab harimau Indonesia pendek-pendek dan kecil-kecil disamping faktor keturunan (yang cetak birunya sudah ada dalam tiap-tiap gen), juga faktor lingkungan. Mungkin di Indonesia terlalu gampang bagi harimau untuk mencari mangsa sehingga hidup mereka lebih santai, suka bermalas-malasan. Akibatnya, tubuh mereka tidak berkembang terlalu besar.



(Yohanes Surya)