TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Ekor Anjing Yang Mengibas


Tanya: Dear Prof. Yo. Saya memelihara dua ekor anjing di rumah. Setiap saya pulang dari bepergian, mereka selalu menyambut saya dengan riang dan ekornya berkibas-kibas. Pada saat mendapat jatah makan atau sedang bermain, ekor mereka selalu berkibas. Ini menimbulkan pertanyaan dalam diri saya. Mengapa ekor anjing selalu bergoyang (berkibas) pada saat mereka gembira?
Mengapa binatang lain seperti kucing, kuda, atupun jerapah tidak mengibaskan ekornya "seheboh" anjing pada saat mereka sedang senang? Saya berharap, Prof. Yohanes bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Terima kasih Prof. atas kesediaan Anda menjawab pertanyaan saya.
(Maya Savitri, di Solo)

Jawab:Tentu dengan senang hati saya bersedia memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang timbul di diri Anda. Namun, sebelum menjawab pertanyaan Anda, mari kita melihat ke dalam diri kita. Pada waktu emosi kita sedang memuncak, misalnya sedang kesal dengan teman, sedih karena putus cinta, atau senang ketemu teman lama, energi dalam tubuh kita meningkat. Untuk melepas energi ini yang sering kita lakukan adalah mengecam, memaki-maki, menangis, atau melompat-lompat.  Sama seperti manusia, hewan pun sering mengalami perubahan emosi. Hewan-hewan mempunyai cara sendiri untuk melepaskan energinya ketika emosi sedang memuncak. Misalnya, anjing akan menggoyangkan ekornya ketika senang, kuda akan meringkik, atau serigala akan melolong, dan sebagainya. Kuda dan jerapah tidak terlalu heboh mengibaskan ekornya mungkin karena ekornya terlalu berat. Sedangkan kucing mungkin karena ekornya terlalu panjang dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.



(Yohanes Surya)