TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Di Balik Gatalnya Bulu Ulat


Tanya: Bpk. Prof. Yohanes Surya yang terhormat. Saya sangat menyukai rubrik yang Bapak asuh. Kali ini saya ingin bertanya.Saya pernah terkena ulat bulu. Rasanya memang gatal sekali dan kulit saya menjadi bentol-bentol kemerahan. Mengapa bulu ulat dapat menyebabkan gatal? Zat apakah yang terkandung dalam bulu ulat?Kata teman saya, kalau sudah melihat ulatnya terlebih dahulu, kita tidak akan merasa gatal walaupun kulit kita tersentuh. Benarkah demikian? Mengapa?
Sekian dulu pertanyaan saya. Terima kasih atas  kesediaan Bapak untuk menjawab pertanyaan saya.  (Yusno Yulianto, di Purworejo)

Jawab: Ulat bulu bermacam-macam jenisnya. Ada yang beracun, ada yang tidak. Ulat bulu yang beracun mempunyai sel kelenjar racun yang terdapat di sepanjang tubuhnya. Sel-sel ini dapat mengeluarkan racun yang akan disalurkan melalui rongga-rongga kecil dalam bulu-bulu ulat itu.
Ketika terkena kulit, bulu akan patah dan keluarlah racun yang menyebabkan rasa gatal dan bentol-bentol merah. Ulat bulu yang tidak beracun dapat juga menyebabkan rasa gatal terutama pada mereka yang alergi terhadap bulu. Alergi ini muncul sebagai reaksi tubuh kita pada kehadiran benda-benda asing. Kadang alergi dapat disembuhkan melalui sugesti (berpikir positif). Mungkin yang teman Anda lakukan adalah semacam sugesti untuk mengurangi alergi.



(Yohanes Surya)