TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Cara Nyamuk Menggigit


Tanya: Saya sangat tertarik pada rubrik yang Bapak asuh. Semacam sajian segar yang membuka lebar-lebar tanda tanya tentang fenomena yang ada di sekitar kita.

Akhir-akhir ini demam berdarah merajalela, gigitan nyamuk menjadi momok menyeramkan. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana sebenarnya mekanisme pada mulut nyamuk sehingga bisa kaku dan menusuk kulit? Apakah nyamuk memiliki semacam ”tekanan turgor” yang bisa diatur sedemikian rupa sehingga saat tertangkap dan masih hidup, mulut jarumnya tidak kaku lagi?  (Arnik Rahmi Megawarni, Kediri)

Jawab: Nyamuk yang menggigit manusia adalah nyamuk betina. Mereka butuh protein dari darah untuk telur-telur mereka. Pada waktu nyamuk ini mendarat di kulit manusia, probocis (suatu tabung kecil di mulut nyamuk) didekatkan ke kulit. Kemudian dari ujung probocis keluar sebuah jarum yang terbuat dari serat-serat otot. Cara kerja jarum ini mirip otot yang dapat mengerut (kontraksi) atau menegang. Karena sangat kecil dan tajam, jarum ini dapat dengan mudah menancap di kulit.

Biasanya, setelah jarum menancap (kira-kira separuh panjangnya), nyamuk mulai mengisap darah. Dibutuhkan waktu 2,5 menit untuk memenuhi perutnya. Setelah nyamuk selesai makan, jarum ini dapat ditarik segera dengan cepat dan nyamuk terbang mencari mangsa lain.

(Yohanes Surya)