TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Mengikuti Arah Matahari


Tanya: Prof. Yohanes Yth. Apa kabar? Di benak saya sudah lama timbul pertanyaan berkaitan dengan fenomena alam ini. Tanya ke sana kemari, belum juga saya mendapatkan jawaban yang pasti. Pertanyaan saya itu berkaitan dengan kehidupan bunga matahari. Kalau saya amati, bunga matahari kalau pagi menghadap ke Timur, sedangkan pada sore hari berubah menghadap ke Barat, seakan mengikuti gerak Matahari. Mengapa hal itu terjadi? Apakah karena gerakannya mengikuti Matahari maka tanaman bunga tersebut dinamakan bunga matahari?
Atas jawaban Prof., saya ucapkan terima kasih.
(J.F.X. Hoery, di Bojonegoro)

Jawab: Kabar saya baik Sdr. Hoery. Saya akan jelaskan fenomena yang Anda tanyakan.
Begini. Setiap komponen makhluk hidup telah didesain untuk mengatur dan melepaskan diri dari kondisi-kondisi yang mengancam kehidupan. Ketika belum mekar, bunga matahari membutuhkan sinar Matahari yang langsung mengenai bagian-bagian tertentu, karena itu di bagian bawah bunga ada sel-sel yang berfungsi sebagai motor untuk memutar calon bunga ini ke arah Matahari. Ketika bunga mekar, bunga tidak perlu lagi menghadap Matahari, dan sel-sel yang semula berfungsi sebagai motor akan mengeras, tidak fleksibel lagi untuk memutar bunga. Itu sebabnya ketika sudah mekar, bunga matahari tidak berputar lagi.



(Yohanes Surya)