TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Magma Tetap Cair di Perut Bumi


Tanya: Yang terhormat Prof. Yohanes Surya. Melalui rubrik ini, saya menyampaikan beberapa pertanyaan yang timbul saat saya menyaksikan acara televisi tentang gunung berapi.

Saat gunung meletus, salah satu akibatnya adalah keluarnya cairan lava yang berpijar yang temperaturnya sangat tinggi. Pertanyaan saya, apa yang menyebabkan cairan lava/magma itu terus berpijar dengan suhu yang tinggi pada saat masih di dalam Bumi? Kalau bisa saya analogikan, magma itu serupa dengan logam yang cair pada suhu tinggi, dan menjadi keras pada suhu normal. Jika demikian, energi apa yang bisa membuat magma itu bisa selalu dalam bentuk cair pada saat di dalam Bumi selama jutaan tahun?
Atas jawaban yang diberikan saya ucapkan terima kasih.
(Waskito Wibowo, di Kupang)

Jawab: Bumi kita berbentuk bulat. Makin ke dalam tekanan dan suhu makin tinggi. Pada suhu yang tinggi itu material-material akan meleleh sehingga material di bagian dalam Bumi berbentuk cair. Suhu tinggi ini yang mempertahankan cairan akan terus berbentuk cair hingga jutaan tahun.
Ketika ada lubang keluar, cairan ini keluar berbentuk lava cair. Ketika lava mencapai permukaan Bumi, suhu menjadi lebih dingin (dari ribuan derajat menjadi hanya sekitar 30 derajat). Pada suhu ini cairan lava akan membeku membentuk batuan beku.



(Yohanes Surya)