TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Ruang Hampa Udara di Bumi


Tanya: Prof. Yohanes Yth., seperti kita ketahui, pelajaran tentang ruang hampa udara dan ruang berisi kandungan zat-zat udara sudah pernah diajarkan di sekolah. Saya tahu, ruang hampa udara itu ada di luar angkasa, sedangkan di Bumi atau planet-planet lain tidak mungkin ada ruang hampa udara.
Namun, yang membuat saya heran baru-baru ini adalah berita di salah satu media massa nasional yang menuliskan tentang terjadinya "kecelakaan" pesawat Garuda Indonesia ketika bertolak ke Jepang. Di atas ketinggian 41.000 kaki menuju Jepang sempat terjadi guncangan pesawat karena melewati ruang hampa udara. Dalam peristiwa itu beberapa penumpang pesawat mengalami luka-luka ringan. Dikatakan pula, sang pilot sudah mencoba untuk menghindar, namun tetap masuk ke ruang hampa itu karena sulit (mungkin juga tidak) terdeteksi radar.
Yang membuat saya bingung, bagaimana bisa ada ruang hampa di atas Bumi? Apakah ini bisa terjadi juga di darat? Apakah ini ada hubungannya dengan ketinggian atau faktor-faktor lain dan apa efeknya? Benarkah ruang hampa udara itu tidak bisa dideteksi oleh radar?
Terima kasih.
(Thua Stevenson, Yogyakarta)


Jawab: Udara di atmosfer kita terdiri atas campuran berbagai gas yang jaraknya saling berjauhan. Ruangan di antara gas-gas ini dapat diisi uap air. Ketika uap air ini mengembun, maka ruangan yang diisi uap air akan menjadi hampa. Ruang hampa ini tidak bisa terdeteksi radar karena tidak ada partikel yang dapat memantulkan gelombang yang dipancarkan radar itu. Inilah yang menyebabkan pesawat celaka.
Ruang hampa bisa terjadi di darat bahkan kita bisa membuat ruang hampa, yaitu dengan cara mengisap udara suatu ruang menggunakan pompa isap. Walaupun begitu, kita tidak bisa membuat ruang yang benar-benar hampa udara. Ruang hampa yang paling hampa yang berhasil dibuat manusia saat ini masih mengandung sekitar 10 juta partikel udara setiap liternya.



(Yohanes Surya)