TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Gempa di Planet Selain Bumi


Tanya: Prof. Yohanes Yth., Apa kabar? Saya langsung saja bertanya. Saya sedikit penasaran dengan segala fenomena yang terjadi belakangan ini di Indonesia. Terutama yang berkaitan dengan gempa dan tsunami di Yogyakarta dan Pangandaran. Saya ingin menanyakan, apakah gempa mungkin terjadi juga di satelit Bumi, Bulan, atau di planet-planet lain?
Terima kasih Prof. Yo atas kesediaan menjawab pertanyaan yang aneh ini.
(Rika, di Bandung)


Jawab: Sdr. Rika, pertanyaan Anda mungkin juga menjadi pertanyaan banyak orang. Jadi, itu pertanyaan logis.Bumi kita berlapis-lapis. Lapisan teratas dinamakan kerak bumi. Tebal lapisan ini sekitar 80 km. Lapisan berikutnya adalah lapisan selubung yang kondisinya agak lunak. Makin ke dalam, suhu lapisan selubung makin tinggi dan bobotnya makin ringan. Karena bagian itu lebih ringan, maka lapisan ini cenderung naik ke atas. Ini menyebabkan terbentuknya semacam arus konveksi.
Lapisan kerak bumi tersebar di permukaan Bumi dalam bentuk lempeng-lempeng. Mereka terapung di atas lapisan selubung. Adanya arus konveksi di lapisan selubung menyebabkan lapisan kerak bumi senantiasa bergerak. Ketika lempeng-lempeng ini bergesekan, maka terjadilah gempa bumi.
Gempa bumi bisa juga terjadi jika batu-batu yang tertekan di antara kedua lempeng itu melepaskan diri dari tekanan. Atau bisa juga terjadi akibat gerakan magma di sebuah gunung berapi.
Di Bulan bisa juga terjadi gempa. Namun, penyebabnya sedikit berbeda dari gempa di Bumi. Di Bulan gempa bisa diakibatkan oleh gaya tarik Bumi, tumbukan dengan meteorit, atau efek pemuaian dari materi Bulan ketika bagian Bulan yang selama dua minggu dalam kegelapan dan dingin terkena sinar Matahari yang panas.
Gempa di Bumi berlangsung hanya sekitar 30 detik sedangkan di Bulan bisa berlangsung lama. Hal ini terjadi karena di Bumi terdapat air yang dapat meredam gelombang gempa. Sementara di Bulan tidak ada bahan yang mampu meredam gempa.
Seperti di Bulan, di planet-planet pun dapat terjadi gempa. Di planet Mars misalnya. NASA baru-baru ini mendeteksi adanya gempa di Planet Merah itu. Namun, penyebab utama gempa di planet-planet masih belum diketahui secara lebih detail.



(Yohanes Surya)