TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Mengapa Awan Menggumpal?


Tanya: Prof. Yohanes, saya memiliki kekaguman sekaligus ketidaktahuan. Setiap kali melihat langit, saya menemukan awan dengan bermacam bentuk dan warna. Keindahan awan-awan itu mengagumkan. Pada beberapa awan, bentuk bagian bawahnya relatif rata sementara bagian atasnya bergumpal-gumpal. Nah, mengapa bisa terjadi seperti itu?
Satu lagi, sebenarnya awan itu terbentuk dari apa dan bagaimana proses terjadinya? Terima kasih.
(Wibowo, di Yogyakarta)


Jawab: Awan sebenarnya uap air yang mengembun menjadi titik-titik air. Bentuk awan sangat tergantung pada bagaimana ia terbentuk. Ada awan berbentuk agak datar (awan stratus). Awan ini terbentuk oleh udara yang naik dari kaki bukit atau gunung secara perlahan. Sisi awan biasanya agak kabur. Awan ini kadang bisa berbentuk oval karena pengaruh angin ketika awan naik.
Pada saat udara naik agak cepat, terbentuklah awan bergumpal-gumpal (awan kumulus). Akibat cepatnya udara naik, sisi awan ini agak tajam (tidak kabur). Awan kumulus bisa menyerupai berbagai benda, hewan, wajah orang dsb.
Proses terjadinya awan dimulai dari uap air yang naik ke atas. Makin ke atas, suhu makin rendah. Rendahnya suhu menyebabkan udara (uap air) mengalami proses pendinginan. Hasilnya berupa tetes-tetes air dan juga kristal-kristal es yang membentuk awan-awan dengan berbagai bentuk.



(Yohanes Surya)