TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Bulan di Siang Hari


Tanya: Saya menyukai rubrik "Fenomena" yang Prof. Yohanes asuh. Dari membaca tanya-jawabnya saya jadi tahu berbagai hal. Karena manfaat itu saya ikut berpartisipasi "meramaikan" rubrik ini. Pertanyaan saya berkaitan dengan bidang astronomi.
Pada akhir tahun 2003 lalu, pada siang hari, pukul 13.00, saya melihat Bulan tepat di atas kepala saya dan bentuknya bulat penuh. Apakah mungkin di negara kita yang terletak di bagian selatan katulistiwa, orang bisa melihat Bulan di siang hari? Apakah ini hanya tipuan alam? Mohon penjelasan. (Ismawati, di Semarang)

Jawab: Wah, karena Anda ikut menyampaikan pertanyaan, rubrik ini memang bertambah "ramai", setidaknya pertanyaannya bertambah satu lagi. Supaya pembaca lain juga tahu duduk perkara atas hal yang Anda tanyakan, saya akan menjawabnya.
Bulan terlihat bersinar dari Bumi lantaran ia mendapat cahaya dari Matahari. Cahaya ini kemudian dipantulkan Bulan ke berbagai arah. Ketika cahaya pantul ini mengenai mata kita (bahkan pada siang hari), kita dapat melihat Bulan. Cahayanya yang tiba di mata kita lebih redup dibandingkan dengan cahaya Matahari. Namun, cukup untuk menerangi malam hari.
Pada waktu-waktu tertentu kita juga bisa melihat Bulan di siang hari. Untuk melihat satelit Bumi pada siang hari itu, kita harus mengarahkan mata pada cahaya pantul ini. Karena terik Matahari pada siang hari, Bulan lebih mudah terlihat ketika besarnya lebih dari setengah. Jadi, apa yang Anda lihat itu bukan tipuan alam. Itu Bulan beneran.


(Yohanes Surya)