TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Darimana Datangnya Semesta?


Tanya: Prof. Yohannes Yth., setelah saya banyak membaca teori tentang terjadinya alam semesta, maka dapat saya katakan, intinya adalah "Everything that has a beginning has an end". Pertanyaan saya, apabila ada permulaan, dari mana datangnya alam semesta ini? Lalu, apabila ada akhir, ke mana perginya alam semesta ini nantinya?
Demikian pertanyaan saya.
Thank's, Gott Segnen Sie. (Dr.rer.nat., CSc, Immanuel Situmorang, M.D., di Bandung)

Jawab: Ada banyak teori tentang alam semesta ini. Yang saat ini banyak diterima para fisikawan adalah alam semesta itu berasal dari suatu dentuman besar (big bang). Dari dentuman ini terciptalah ruang dan waktu. Dari mana dentuman besar itu berasal? Ini pertanyaan filosofis.

Jawabannya tergantung pada kepercayaan kita masing-masing. Ada yang percaya Tuhan atau suatu makhluk pintar yang membuat ini, ada pula yang percaya itu terjadi dengan sendirinya melalui proses siklus alam semesta. Saya katakan “kepercayaan” karena kita tidak akan pernah dapat membuktikan secara ilmiah jawaban ini.
Ke mana akhirnya alam semesta ini? Kembali lagi kepada kepercayaan kita. Ada yang percaya bahwa langit dan Bumi akan lenyap digantikan dengan langit dan Bumi baru. Ada juga yang percaya alam semesta ini akan lenyap selamanya. Atau ada juga yang percaya terjadi siklus alam semesta.


(Yohanes Surya)