TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Mana Arah Timur ya?


Tanya: Saat berada di suatu tempat yang baru dikunjungi, hampir sebagian besar orang bingung mengetahui arah mata angin yang benar. Kebingungan ini biasanya lama (abadi). Tempat yang menimbulkan kebingungan ini berbeda untuk setiap orang. Kalau si Jonny di sini bingung, si Roby tidak, dan sebaliknya. Bagaimana penjelasan mengenai hal ini? Apakah bisa dinormalkan untuk yang terkena kasus ini? Kalau bisa bagaimana caranya? Terima kasih. (Mujiyono, di Jakarta)

Jawab: Gejala yang Anda sebutkan mungkin dapat dikategorikan sebagai geographic disorientation. Ini gejala psikologis yang disebabkan adanya perubahan di bagian telinga dalam. Bagian dalam telinga kita seperti sebuah giroskop yang mendeteksi perubahan sekitar kita seperti perubahan ketinggian, perubahan kemiringan tempat, ataupun perubahan kecepatan ketika kita berubah arah. Saat berpindah dari satu tempat ke tempat lain, jika tidak disertai dengan perubahan visual (misalnya mata kita tertutup atau kita berada dalam mobil tertutup), kita akan bingung dengan lokasi kita.
Geographic disorientation banyak dialami oleh para pilot pesawat terbang terutama ketika cuaca buruk. Banyak pesawat terbang mengalami kecelakaan karena pilotnya mengalami disorientasi macam ini. "Kelainan" ini tidak bisa diobati, tetapi bisa dikurangi efek negatifnya. Misalnya, dengan membawa alat penunjuk arah yang tepat seperti kompas, dan sebagainya.


(Yohanes Surya)