TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Birunya Langit, Hitamnya Mendung


Tanya: Terus terang, saya senang dengan adanya rubrik "Fenomena". Ada banyak hal yang membuat saya penasaran yang bagi Pak Yohanes mungkin sesuatu yang biasa.

Beberapa kali saya menyaksikan gunung yang puncaknya seperti menembus atau mencapai langit. Sepertinya langit menjadi dekat. Pertanyaan saya, apa yang disebut langit? Apakah seperti yang selama ini saya lihat, berwarna biru karena terpantul warna laut? Di mana langit itu berada, apakah termasuk luar angkasa? Apakah pesawat terbang yang menembus awan sampai ke langit juga?

Satu lagi, kenapa mendung di siang hari tampak gelap, tapi di malam hari kok tampak putih?
Terima kasih atas kesediaannya menjawab.
(Ayik, di Magelang, dan Nani Amani, di Solo)

Jawab: Menurut definisi, langit (sky) adalah lapisan atmosfer. Ada definisi lain yang menyatakan bahwa langit adalah ruang (space) yang berada di atas kita. Nah, jadinya warna langit sangat tergantung pada tempat kita berada.

Di Bumi langit terlihat berwarna biru karena atmosfer Bumi banyak mengandung nitrogen dan oksigen yang menghamburkan lebih banyak cahaya biru. Di Mars langit agak oranye keabu-abuan. Ini akibat hamburan debu-debu yang banyak terdapat di atmosfer Mars. Di Bulan langit terlihat hitam karena atmosfer Bulan tidak memiliki banyak partikel.

Pesawat yang menembus awan tidak menembus langit. Ketika naik pesawat, di atas awan kita masih bisa melihat langit yang berwarna kebiruan. Inilah yang menurunkan peribahasa "Di atas langit masih ada langit".

Sedangkan awan mendung terdiri dari partikel-partikel air berukuran besar. Partikel ini banyak menyerap cahaya yang datang sehingga awan mendung terlihat gelap.

(Yohanes Surya)