TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Manusia Menginjak Bulan


Tanya: Selama ini saya termasuk orang yang kagum akan keberadaan pesawat luar angkasa, astronot, dan semua orang pintar yang ikut ambil bagian dalam pekerjaan menakjubkan itu. Namun, beberapa saat yang lalu timbul keraguan dalam diri saya setelah menonton sebuah acara TV (”Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?”).

Dalam acara itu, dengan keterangan dan bukti-bukti yang sungguh meyakinkan, para ahli konspirasi menjungkirbalikkan kenyataan bahwa pesawat Apollo 11 beserta awaknya pernah mendarat di Bulan sebagaimana telah diketahui oleh sebagian besar manusia di muka Bumi (yang pernah bersekolah). Ironisnya, hal itu telanjur menjadi kebenaran di pikiran mereka. Salah satu bukti yang dikemukakan adalah tentang adanya suatu lapisan gas di orbit Bumi yang mustahil untuk dilewati karena pernah ada kosmonot Rusia yang celaka saat berusaha melewatinya. Itulah alasan mengapa Rusia kemudian tidak melanjutkan misi mengirim manusia ke Bulan.

Yang menjadi pertanyaan saya, benarkah teori konspirasi bahwa pendaratan di Bulan itu hanyalah akal-akalan NASA?  (Herliando Ferdinand, Pati)

 Jawab: Dalam tayangan TV tadi beberapa kesimpulan yang diambil kurang tepat. Misalnya:

a. Karena tidak melihat adanya bintang pada foto, maka mereka anggap foto para astronot itu palsu. Ini tidak benar. Kalau kita mau mengambil foto seseorang, maka fokusnya harus pada orang tersebut. Bintang-bintang yang suram dan jauh tidak akan terlihat dalam foto karena tidak terfokus.

b. Karena melihat bendera berkibar, mereka menyimpulkan bahwa kibaran bendera adalah akibat adanya udara, sehingga mereka anggap foto ini palsu (di Bulan tidak ada udara). Ini juga kesimpulan yang salah. Untuk menancapkan bendera biasanya kita harus memutar batang bendera ke kiri dan ke kanan berulang-ulang dan ini akan menyebabkan bendera berkibar (secara fisika ini disebabkan karena kekekalan momentum sudut). Karena di Bulan tidak ada udara, maka tidak ada gesekan yang menghambat kibaran bendera sehingga kibaran bendera ini akan lama berhenti sehingga dapat terekam dalam gambar.

Sebenarnya, pendaratan manusia di Bulan adalah suatu fakta yang sudah tidak bisa dibantah. Antara tahun 1969 - 1972 sudah ada 12 astronot mendarat di Bulan dan sembilan kembali memberi kesaksian dengan membawa sekitar 400 kg batuan bulan. Batu-batu itu tersimpan di berbagai museum. Batu tersebut tidak mungkin palsu karena batuan Bulan sangat khusus. Di dalamnya tidak terdapat air seperti yang dimiliki batuan Bumi. Menurut para ilmuwan di bidang batu-batuan, sangat sulit untuk membuat batu-batuan Bulan. Lebih mudah pergi ke Bulan untuk mengambil batuan itu ketimbang harus membuatnya. Ada situs yang bagus yang membahas tentang hal ini, yaitu

http://www.badastronomy.com/bad/tv/foxapollo.htm



(Yohanes Surya)