TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Arah Rotasi Bumi


Tanya: Bapak Yohanes Surya, saya ingin mendapat penjelasan mengenai arah rotasi Bumi bila diukur dari sumbu imajiner Bumi. Gambaran yang saya tangkap selama ini sangat mungkin keliru sebagaimana saya berpikir bahwa arah rotasi Bumi adalah seperti bagaimana Bumi berotasi lewat penggambaran model globe yang banyak dijumpai. Apakah rotasinya memang seperti itu (dari arah kiri ke kanan, atau sebaliknya)? Padahal saya berpikir, mungkin ada juga kemungkinan bahwa sumbu imajiner yang menjadi poros rotasi Bumi itu jauh berbeda dengan penggambaran globe. Apa mungkin Bumi berotasi dengan arah yang sama sekali tidak berpola? Jadi, bisa saja arah rotasinya ke segala arah? Terima kasih atas penjelasannya. (Surya Aji, di Yogyakarta)

Jawab: Ada dua jenis gerakan Bumi, yaitu revolusi Bumi mengelilingi Matahari dan rotasi Bumi mengelilingi dirinya sendiri. Bumi berotasi dari  barat ke timur. Buktinya, kita melihat Matahari terbit di timur dan terbenam di barat. Sumbu rotasi Bumi (sumbu imajiner Bumi) membentuk sudut 23,50 terhadap sumbu revolusinya. Sudut ini hampir tidak berubah. Buktinya, kutub utara Bumi selalu mengarah ke satu arah yaitu ke arah bintang utara.

Miringnya sumbu rotasi ini dibuktikan dengan adanya empat musim di belahan Bumi utara dan selatan. Ketika kemiringannya mengarah ke Matahari, di belahan Bumi utara yang mendapat lebih banyak sinar Matahari terjadi musim panas. Sebaliknya, di belahan Bumi selatan terjadi musim dingin. Di daerah kutub utara tidak ada malam (terang terus sepanjang hari), sebaliknya di daerah kutub selatan tidak ada siang (gelap terus sepanjang hari). Ketika kemiringannya menjauhi Matahari, terjadi musim dingin di utara dan musim panas di selatan. Di antara kedua posisi itu terjadi musim semi dan musim gugur. Jika sumbu rotasi Bumi berubah-ubah, maka bisa terjadi kekacauan musim. Bisa terjadi bulan ini di Indonesia Matahari bersinar sepanjang hari, bulan depan Matahari tidak terlihat sama sekali. Kehidupan manusia bisa kacau.

(Yohanes Surya)