TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Biji Hancur karena Asam


Tanya: Salam sejahtera, Pak Surya ...

Rubrik "Fenomena", selain menarik, lucu, juga mengesankan bagi saya dan keluarga. Bagaimana tidak, segala macam tanda tanya menjadi lebih jelas dan dapat dimengerti oleh akal setelah mendapat penjelasan dari Pak Surya.
Saya ingin menanyakan tentang:

1.     Sebelumnya mohon maaf jika kurang sopan. Terus terang saya menjadi resah saat tanpa sengaja menelan biji buah tanpa dikunyah. Kata orang sih bisa hancur dengan bantuan asam lambung (HCl). Yang ingin saya tanyakan, seberapa besarkah kekuatan HCl dalam memproses makanan hingga lumat?

2.     Sebenarnya, kasus buta warna parsial itu seperti apa sih Prof.? Masalahnya, teman saya masih bisa membedakan warna yang ada di lingkungan seperti orang normal, tetapi oleh dokter dinyatakan sebagai penderita buta warna parsial.

Terima kasih Pak Surya. Salam sejahtera .... (Rahmi, di Malang)

Jawab:
1. Asam lambung (HCl) termasuk asam yang sangat kuat. Kekuatan asam ber-pH sekitar 1 - 2 ini sedikit di bawah asam sulfat pada baterai yang dikenal sebagai asam terkuat. Dengan kekuatan itu asam lambung mampu membunuh bakteri, sel hidup dalam makanan, dan membantu memecah protein. Asam lambung juga mampu memecah sebagian jenis biji-bijian. Biji-biji yang tidak bisa dicerna lambung akan dikeluarkan waktu kita buang air besar. Walaupun begitu, jangan sengaja menelan biji. Ujung-ujung tajam biji yang keras ini dapat melukai lambung atau usus. Beberapa jenis biji yang berukuran lebih kecil dapat menyebabkan usus buntu.


2. Kelainan buta warna parsial adalah "penyakit" turunan. Diperkirakan, di dunia ini terdapat 5 - 8% laki-laki dan sekitar 0,4 % wanita menderita buta warna. Di pusat retina kita terdapat banyak photoreceptor yang berbentuk kerucut kecil. Kerucut-kerucut kecil itu bertanggung jawab atas warna biru, hijau, dan merah yang dibawa gelombang cahaya ke mata. Jika sel kerucut ini tidak bekerja dengan baik atau salah satu sel yang bertanggung jawab untuk warna tertentu tidak ada, terjadilah buta warna sebagian. Mata tidak dapat membedakan warna yang berdekatan secara jelas lagi.
Coba lihat gambar Ishihara test. Jika Anda buta warna sebagian, pada gambar iitu akan terlihat angka "2". Namun, jika mata Anda normal, akan terlihat angka "5".


(Yohanes Surya)