TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Daya Tahan Keterampilan


Tanya: Halo, Prof. Yohanes. Saya ingin bertanya soal fenomena yang ada pada manusia. Begini Prof. Sepanjang pengamatan saya, kalau seseorang sudah bisa naik sepeda, selamanya dia akan bisa mengendarai sepeda. Ia tidak akan lupa walau mungkin lama sekali tidak menggunakannya. Hal yang sama terjadi pada keterampilan berenang. Kedua keterampilan itu berbeda dengan penguasaan bahasa tertentu. Kalau dalam waktu lama kita tidak menggunakan bahasa itu, keterampilan berbahasa akan menurun, bahkan hilang. Mengapa hal ini terjadi? Mohon penjelasannya, Prof.
Terima kasih atas jawabannya. Semoga saya tidak akan lupa pada Prof. Yo, seperti halnya kemampuan berenang saya.
(Pether B. Sitorus, di Jakarta)


Jawab: Begini Sdr. Pether, otak manusia itu terdiri atas dua belahan, yakni belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Sel-sel otak di belahan kiri bertanggung jawab pada kemampuan bahasa, berpikir logis, dan analitis. Sedangkan sel-sel otak kanan berhubungan dengan kemampuan memahami ruang, pengenalan wajah, keterampilan, serta kemampuan berpikir rasional yang non-verbal.
Berdasarkan hasil penelitian, laju kematian sel-sel otak kiri pada pria tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan sel-sel otak kanan. Itu sebabnya kenapa pria lebih mudah kehilangan keterampilan berbahasa (otak kiri) daripada kehilangan keterampilan berenang (otak kanan).

Namun, itu kebanyakan terjadi pada pria, bukan pada wanita. Sebab, laju kematian sel-sel di kedua otak pada wanita sama besar. Jadi, berbahagialah kaum wanita karena mereka lebih lambat pikun. Karena itu, seharusnya wanita tidak perlu pensiun lebih awal.

(Yohanes Surya)