TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Jantung Berdebar saat Takut


Tanya: Apa kabar, Pak Yohanes? Semoga tetap sehat selalu.Saya punya pertanyaan soal reaksi tubuh terhadap hal-hal yang menakutkan. Kalau kita takut terhadap hal yang nyata, seperti naik wahana Halilintar di Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol, atau takut ketinggian, jantung kita berdetak kencang atau tangan dan kaki kita berkeringat. Sementara kalau kita takut pada cerita gaib atau merasa ada makhluk gaib di sekeliling kita, justru bulu kuduk (sekitar bahu dan belakang leher) kita berdiri (merinding). Kenapa hal itu bisa terjadi? Terima kasih sebelumnya. (Bambang Wijanarko, di Depok)

Jawab: Sdr. Bambang, di dalam otak kita terdapat 10 juta sel neuron. Tiap sel neuron berhubungan dengan sekitar 10.000 sel neuron lain. Di ujung sel neuron terdapat zat kimia yang disebut NT (neurotransmitter). Ketika menerima rangsang, maka sel neuron ini akan mengeluarkan NT, yang kemudian disalurkan lewat celah kecil sinaptik berukuran sangat kecil ke sel neuron lain. Keluarnya NT menyebabkan tubuh bereaksi sesuai dengan rangsang yang diterima. Kelebihan atau kekurangan NT dapat menyebabkan gangguan-gangguan pada tubuh. Jenis NT ada puluhan jumlahnya, antara lain noradrenalin, dopamin, adrenalin, dan serotonin.

Ketika orang ketakutan, pasokan serotonin akan terganggu. Otak akan memerintahkan tubuh melakukan reaksi yang berbeda-beda tergantung pada rangsang yang diterima. Beberapa reaksi yang bisa terjadi adalah jantung berdebar-debar, keluar keringat dingin, atau sesak napas (bahkan karena saking takutnya, ada yang langsung meninggal), atau bulu kuduk merinding.



(Yohanes Surya)