TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Konsentrasi Bisa Dilatih


Tanya: Langsung saja Prof. Begini, saya ingin menanyakan suatu hal yang berhubungan dengan otak. Sebenarnya, berada di otak sebelah mana sih pusat konsentrasi kita? Mengapa kemampuan konsentrasi tiap orang berbeda-beda? Ada orang yang harus berada dalam ruangan atau lingkungan yang tenang baru bisa fokus dan konsentrasi penuh.

Ada juga yang langsung bisa memunculkan ide tanpa harus berada di tempat yang sepi seperti yang dilakukan penyanyi sekaligus pencipta lagu Melly Guslow, misalnya. Tapi ada juga yang tergantung mood dan kondisi kejiwaan, baru ide bisa muncul seperti saya. Sebenarnya, bisa nggak sih kita mengatur kerja otak kita? Jika bisa, bagaimana caranya dan apa saja yang mempengaruhi semua itu?

Terima kasih banyak atas tanggapan dan jawabannya. (Wahyu Indah R., di Malang)

Jawab: Sdr. Wahyu, otak manusia merupakan suatu komputer yang sangat hebat. Semua bagiannya terkait satu sama lain dalam suatu jaringan yang kompleks. Hebatnya, otak bisa dilatih untuk berkonsentrasi atau mengingat. Menurut juara olimpiade mengingat (mind Olympiad), otak dapat dilatih apa saja secara hebat, bahkan untuk mengingat deretan angka yang panjang. Rekor dunia untuk mengingat dipegang oleh Yip Swee Choi yang mampu mengingat 60.000 deretan angka!

Sama seperti mengingat, konsentrasi pun dapat dilatih. Untuk melatihnya kita bisa mulai dengan membaca selama 5 - 10 menit, bisa dibantu dengan musik untuk membaca (biasanya musik jenis barok). Kemudian kita tingkatkan lebih lama lagi, sampai taraf yang kita inginkan.

Kita sering sulit berkonsentrasi karena kadang kita melatih otak untuk tidak konsentrasi. Misalnya, ketika menonton TV, baru 10 menit berjalan, tiba-tiba konsentrasi kita pecah karena ada iklan atau ingin menggantinya ke saluran lain. Kalau itu terus- menerus kita lakukan, kita hanya mampu berkonsentrasi singkat sekali.



(Yohanes Surya)