TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Ber-AC, Tapi Haus Juga


Tanya: Halo Prof., apa kabar? Saya ingin bertanya, mengapa berada dalam jangka waktu lama di sebuah ruangan berpendingin udara menyebabkan rasa haus? Proses apa yang terjadi di dalam sel-sel tubuh kita? Terima kasih. (Gunadi, di Jakarta)

Jawab: Rasa haus merupakan tanda kalau tubuh kita kekurangan air akibat terlalu banyaknya air yang keluar dari tubuh atau terlalu sedikitnya air yang masuk ke tubuh. Sebagian air dalam tubuh terdapat di dalam sel. Sebagian lagi berupa cairan darah, air seni, dan sebagainya.

Ketika terlalu banyak air keluar dari tubuh (berupa keringat, muntah, air seni, ingus, dsb.) perbandingan air di dalam dan di luar sel menjadi terganggu. Akibatnya, air di dalam sel dapat keluar sel melalui peristiwa osmosis. Kekurangan air dalam sel menyebabkan sel-sel tidak dapat bekerja secara efektif.

Untuk mengembalikan fungsi sel seperti semula, tubuh memerintahkan penambahan air berupa timbulnya rasa haus itu. Di ruang dingin kita sering merasa haus ketika kita sering buang air kecil.



(Yohanes Surya)