TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Biarkan Mereka Tetap Kidal


Tanya: Sudah sering ditulis bahwa kidal atau bukan ada hubungannya dengan bakat. Namun, saya pernah membaca bahwa orang kidal cenderung komunis. Juga mereka cenderung berperilaku negatif dan lebih egois dibandingkan yang bukan kidal. Semuanya ini karena ada hubungannya dengan saraf di otak.
Benarkah?

Beberapa orang kidal yang pernah menjabat sebagai presiden Amerika Serikat antara lain George Bush, Bill Clinton, dan Gerard Ford. Jika benar, bisakah anak kecil yang kidal sedikit demi sedikit dilatih untuk menggunakan tangan kanannya agar kecenderungan negatif itu berkurang? (Kiem Hoa, lewat surat elektronik)

Jawab: Menurut penelitian, kidal-tidaknya seseorang disebabkan sifat turunan yang ada dalam kromosom. Dalam bukunya Right Hand, Left Hand, Chris Mc Manus menyatakan bahwa orang yang tidak kidal memiliki suatu gen yang disebut gen-D. Ada tidaknya gen inilah yang menentukan apakah seseorang akan menjadi kidal atau tidak.
Menurut saya, kita bisa saja melatih orang kidal untuk menggunakan tangan kanannya, namun itu kurang bijaksana. Ini sama saja dengan menyuruh kita yang normal untuk menggunakan tangan kiri. Susah 'kan? Begitu juga dengan mereka, para kidal.
Jadi, biarkanlah orang kidal berkembang dengan kekidalannya. Banyak orang kidal yang hebat, misalnya Beethoven, Einstein, Isaac Newton, atau pecatur jenius, Bobby Fischer.



(Yohanes Surya)