TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Apa Menguap Itu Menular?


Tanya: Terima kasih Intisari telah menghadirkan rubrik tanya jawab seputar fenomena keseharian. Terima kasih pula kepada pengasuh rubrik yang telah menjawab pertanyaan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Saya ingin mengajukan pertanyaan seputar menguap, yang biasanya menjadi penanda orang mengantuk, bukan menguapnya barang atau cairan. Mengapa sering terjadi ketika kita bersama orang lain, menguap bisa terjadi secara bersamaan atau berurutan? Apakah menguap itu menular seperti halnya menstruasi pada seorang wanita biasanya juga mempengaruhi wanita lainnya yang tinggal serumah bersamanya?

Atas jawabannya saya mengucapkan terima kasih. (di Fajarwati)

Jawab: He-he, pernah menguap di angkot gara-gara ada penumpang lain yang menguap ya? Lalu, terjadilah efek domino lomba menguap. Ada yang cuek, ada yang malu-malu menutupi mulutnya dengan sapu tangan.

Menguap memang tindakan alamiah yang sudah lumrah bagi kita. Mungkin saking lumrahnya, sampai sekarang orang masih belum tahu alasan tepat mengapa orang menguap. Memang orang mengaitkan kegiatan ini dengan rasa kantuk yang menyerang. Tapi tidak setiap kita menguap terus tidur 'kan?
Menurut teori kedokteran, kita menguap karena level oksigen dalam paru-paru kita rendah. Dalam paru-paru terdapat gelembung-gelembung alveoli. Jika tidak mendapat udara segar dalam jumlah cukup, gelembung itu akan kempes seperti balon kekurangan gas. Sebagai akibatnya, paru-paru akan "kejang" sedikit. Untuk mengatasinya otak kita memerintahkan tubuh untuk melakukan sesuatu, di antaranya adalah menguap, agar lebih banyak udara masuk ke dalam paru-paru.


Apakah menguap itu menular? Ini juga masih diteliti. Sebagian orang mengatakan, menguap adalah gejala psikologis, kita dapat mengatakan pada diri kita untuk melakukan ini atau tidak. Atas dasar inilah mereka menganggap menguap bukanlah "tindakan" menular. Kalau menular tentu kita tidak akan bisa mengontrolnya.

Namun, sebagian orang lagi bilang, menguap itu menular. Ya, seperti fenomena serangan menguap di dalam angkot tadi. Atau bisa juga manakala berada di depan orang yang menguap, kita akan menguap. Terkadang saat membaca artikel tentang menguap, tanpa sadar mulut kita melakukan "senam kesegaran paru-paru". Bahkan, jika sedang sendirian memikirkan tentang menguap, kita pun akan menguap! Menurut Prof. Provine dari Maryland, ketika orang menguap di depan kita, maka tubuh kita akan bereaksi, mengatur dirinya sehingga kita dipaksa untuk menguap.



(Yohanes Surya)