TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Mabuk Bisa Menurun?


Tanya: Saya sangat senang dengan adanya Rubrik "Fenomena" ini. Begini Prof, saya ada pertanyaan yang berkaitan dengan keluarga saya. Pada keluarga saya, ibu saya suka mabuk jika sedang dalam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor, tapi ayah saya tidak. Kemudian anak-anaknya sebagian besar seperti ibu saya. Apakah mabuk itu bisa menurun ke generasi selanjutnya? Mengapa ada orang yang mabuk jika sedang dalam perjalanan darat, laut, atau udara? Apa yang mempengaruhi hal tersebut. Mungkinkah orang tersebut mengalami kelainan pada fungsi organnya?Lalu, bagaimana mengatasi mabuk ini? Terima kasih. (Yudhie Istianto, di Tegal)

Jawab: Wah, perlu ditegaskan dulu. Mabuk itu tidak ada kaitannya dengan riwayat keluarga. Penyebab mabuk murni karena tubuh kita. Tepatnya disebabkan adanya kekacauan pada sinyal-sinyal yang masuk otak.
Begini ceritanya. Otak menerima sinyal dari berbagai sumber. Sumber utama berasal dari telinga bagian dalam (inner ear) yang terdiri atas cairan dan rambut-rambut kecil. Ketika orang bergerak, cairan akan menggerakan rambut-rambut kecil dan memberikan sinyal pada otak bahwa kita sedang bergerak. Sumber lain adalah mata serta tekanan pada kulit dan otot-otot. Nah, sistem syaraf pusat di otak akan mengumpulkan semua sinyal atau informasi ini dan membuat gambaran apa yang sedang terjadi.
Jadi masalah, jika sinyal-sinyal tadi saling mengacaukan satu sama lain. Kondisi inilah yang kita kenal dengan istilah mabuk. Misalnya ketika kita membaca buku waktu naik mobil. Bagian dalam telinga dan kulit mengatakan bahwa kita sedang bergerak, sedangkan mata yang sedang membaca mengatakan bahwa tulisan itu diam. Kedua informasi yang berlawanan ini akan membuat kita tidak nyaman sehingga akan merasa mabuk (pusing, ingin muntah dsb).

Bagaimana mencegahnya? Ada banyak cara. Jika naik kendaraan, usahakan duduk di tengah. Lalu pandangan mata kita diarahkan pada garis cakrawala. Jangan memfokuskan diri pada pohon-pohon atau benda-benda yang terlihat bergerak. Duduklah menghadap ke depan, jangan ke belakang. Beberapa hal perlu dihindari, seperti membaca, makan makanan berlemak, minum alkohol.

Cara lainnya dengan mengunyah jahe atau minum bubuk jahe. Tapi kalau sudah parah, ya terpaksa deh minum obat anti mabuk sebelum berangkat.

(Yohanes Surya)