TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Kaki Kanan Lebih Panjang


Tanya: Prof. Yohanes Surya yang terhormat, saya sering memperhatikan bahwa orang atau atlet, yang melakukan lari jarak jauh 5.000 m atau 10.000 m di dalam stadion olahraga, lintasan yang dilaluinya berlawanan dengan arah jarum jam. Jadi, sisi kiri tubuh sang atlet lebih dekat dengan sumbu lintasan lari dibandingkan dengan sisi kanan.

Begitu pula dengan orang yang berhaji di Tanah Suci, saat melakukan Thawaf (mengitari Ka’bah) mereka melakukannya dengan lintasan yang berlawanan dengan arah jarum jam. Teman saya pernah mengatakan bahwa apabila kita menempuh lintasan yang sebaliknya (searah jarum jam) dalam waktu yang lama, maka kita akan mengalami gangguan pada jantung kita. Apakah hal itu benar? (Oktariaris K.I.A, di Yogyakarta)

Jawab: Menurut penelitian, kebanyakan orang mempunyai kaki kanan yang lebih panjang dari kaki kiri. Perbedaan ini menyebabkan ketika orang melangkah, kaki kanan butuh lintasan lebih panjang. Ini dipenuhi ketika kita berlari memutari lapangan berlawanan arah dengan jarum jam. Itu sebabnya kita merasa lebih nyaman pada lintasan seperti ini.

Perbedaan panjang dari kaki kanan ini berkaitan dengan otot-otot kaki kanan yang lebih panjang dan lebih kuat karena lebih sering dipakai. Misalnya, ketika menendang bola, kebanyakan orang memakai kaki kanan. Kebiasaan orang menggunakan bagian tangan atau kaki kanan, menurut para ahli sel, disebabkan asam-asam amino dalam sel didominasi oleh asam-asam amino yang mempunyai spin kiri (berputar berlawanan dengan jarum jam).

     Menurut satu teori (yang belum tentu benar walaupun cukup disukai), ketika terjadi, Bumi kita tidak mempunyai lapisan ozon pelindung, zat-zat radioaktif menghancurkan asam-asam amino yang mempunyai spin kanan.

(Yohanes Surya)