TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Letís beat the Champion!Peserta Indonesia Merebut Medali Emas 1st WoPhO


(02/01) Tim Indonesia berhasil merebut 2 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu dalam 1st WoPhO 2011 yang berlangsung di Mataman, Nusa Tenggara Barat 28 Desember – 3 Januari 2012.

Medali emas ini diperoleh oleh Christian George Emor yang tahun 2010 peraih medali emas di International Physics Olympiad Zagreb, Kroasia dan Evan Laksono peraih medali emas pada APhO 2011 di Tel Aviv, Israel. Christian George Emor juga menyabet predikat The Best Host participant untuk WoPhO 2011 dan mendapat hadiah sebesar $ 5.000 dari Blibli.com.

Tidak hanya itu Dr. Oki Gunawan alumni TOFI 1993 berhasil merebut hadiah senilai $ 25.000 dari Bank Mayapada Internasional, Tbk, karena ia berhasil membuat soal eksperimen “A Rotary Magnetic Drag System for Conductivity Measurement”  yang menurut tim Juri sangat luar biasa.

Yang lebih mengejutkan adalah Edwin Handoko Tanin, seorang siswa SMA bersama Andika Putra (alumni TOFI 2004) berhasil meraih hadiah senilai $ 25.000 dari PT Medco Energi Internasional Tbk, karena soal eksperimen yang dibuatnya “Experiments on Granular Material“  dinilai luar biasa. Ini luar biasa karena yang memenangkan hadiah-hadiah untuk soal ini biasanya adalah S3 atau profesor yang sangat mumpuni dalam fisika.

Pada World Physics Olympiad (1st WoPhO) yang diikuti oleh 125 peserta dari 15 negara ini, tiap peserta diminta untuk menyelesaikan 3 soal teori dan 2 soal eksperimen. Soal-soal ini dibuat lewat lomba yang memberikan hadiah sebesar $ 20.000 untuk soal teori dan $ 25.000 untuk soal eksperimen.

Nilai tertinggi untuk WoPhO diraih oleh Yi Kexin peserta asal China (peraih medali emas IPhO 2011), Yi Kexin juga meraih predikat The Best Theory. Peraih nilai experiment tertinggi adalah Eugen Hruska peserta asal Jerman.

Pertandingan WoPhO ini berjalan sangat lancar, sukses dan sangat tertutup khusus untuk pengerjaan soal. WoPhO 2011 terdiri dari 2 sesi: tes teori pada hari pertama (29 Desember 2011) peserta diberi waktu untuk mengerjakan 3 soal teori selama 5 jam dan hari kedua (30 Desember 2011) peserta diberi waktu 5 jam untuk mengerjakan 2 soal teori.

Selain itu medali lainnya disumbangkan oleh tim Indonesia adalah Samuel Wirajaya berhasil meraih medali perak, Limiardi Eka Sancerio berhasil medali perak, Mikael berhasil meraih medali perunggu, Himawan Wicaksono Winarto meraih medali perunggu, Albert Datui meraih medali perunggu, Raditya Weda Bomantara meraih medali perunggu, Aryani Paramita meraih medali perunggu, Indhika Fauzhan Warsito meraih medali perunggu, Radhian Ferel Armansyah meraih medali perunggu.

Sistem penilaian setiap nomor yang dikerjakan oleh siswa diperiksa oleh 4 orang juri, kecuali soal teori No.1 diperiksa  oleh 3 juri. Setelah selesai pemeriksaan setiap kelompok juri akan merundingkan penilaian setiap siswa, jika ada perbedaan penilaian maka akan ada pembahasan di antara para juri. Setelah urutan nilai siswa sudah diperoleh semua, maka diadakan pertemuan juri untuk menentukan batas untuk perolehan medali emas, perak dan perunggu.

Dari pembahasan ini diputuskan terdapat 11 siswa meraih medali emas, 12 siswa meraih medali perak dan 11 siswa meraih medali perunggu.

Tim juri terdiri dari 19 orang yang antara lain: 5 orang juri pembuat soal Prof. Mate Vigh dari Hungaria, Dr. Viktor Ivanov dari Bulgaria, Prof. Ruo Peng Wang dari China, Dr. Oki Gunawan dari Indonesia dan Erwin Handoko Tanin dari Indonesia.

Lima orang juri dari STKIP Surya yang antara lain Dr. Herry Kwee, Dr. Hendra Kwee, Dr. Zainul Abidin, Dr. Jong Anly Tan, Dr. Alexander Silalahi.

Sembilan orang juri international dan international board terdiri dari Dr. Hans Jordens selaku President International Physics Olympiad, Prof. Gyula Honyek dari Hungaria, Prof. Jan Mostowski dari Polandia, Prof. Andrzej Kotlicki dari Canada, Prof. Anton Mishchuk dari Belarus, Prof. Jaan Kalda dari Estonia, Yudistira Virgus, MS dari Indonesia, Prof. Nguyen The Khoi dari Vietnam, dan Prof. Dmitry Alexandrov dari Rusia.

Penyerahan medali perunggu akan dilakukan oleh Bapak Drs. H. Lalu Syafi’I, M.M selaku Kepala Dinas DIKPORA Provinsi NTB sedangkan medali perak akan diserahkan oleh Bapak Ir. H. Badrul Munir, M.M, selaku Wakil Gubernur NTB.  Khusus untuk penyerahan medali emas akan diserahkan oleh masing-masing donor sesuai dengan nama yang sudah terukir diatas medali emas yang terbuat dari kristal, antara lain Hermawan Kartajaya, G. Sulistiyanto, Anugerah Pekerti, Hadi Surya, Yayasan A& A Rachmat, Kabupaten Manokwari, INDOCEMENT, PT AKR Corporindo Tbk, Ganesha Operation, PT Metland Tbk.

Sedangkan peserta yang meraih predikat The Real Winner of The Physics Olympiads diberikan oleh K.TGH. Dr. Muhammad Zainul Majedi dengan hadiah yang akan diterima pemenang $ 15.000, The Best of the Best Experimental Result diberikan oleh Ones Pahabol dengan nilai hadiah $ 7.500 dan peraih predikat The Best of the Best Theoretical Result diberikan oleh Dr (HC) John Tabo, MBA dengan nilai hadiah yang diberikan untuk pemenang $ 7.500.      

Untuk pemenang pembuat soal yang terdiri dari 3 soal teori dan 2 soal experiment. IPEKA Christian School  akan memberikan hadiah untuk pembuat soal teori No. 1 dengan judul soal “Why Maglev Trains Levitate” dengan nilai hadiah $ 20.000 kepada Prof Mate Vigh, Eka Tjipta Foundation akan memberikan hadiah untuk pembuat  soal teori No. 2 untuk judul soal “Motion of a Rolling Rod"   dengan nilai hadiah $ 20.000 kepada Dr. Victor Ivanov dan untuk soal teori No. 3 akan diberikan oleh Bapak Edwin Soeryadjaya dengan nilai hadiah yang akan diberikan $ 20.000 dengan judul soal “Mirage” kepada Prof. Ruo Peng Wang.

PT Medco Energi Internasional, Tbk akan memberikan hadiah kepada pemenang pembuat soal experiment No. 1 dengan judul soal “Experiments on Granular Material”  dengan nilai hadiah $ 25.000 dan PT Bank Mayapada Internasional, Tbk  akan memberikan hadiah untuk pembuat soal No. 2 dengan judul soal dengan judul  “A Rotary Magnetic Drag System for Conductivity Measurement” dengan hadiah yang akan diberikan $ 25.000.

Usai pemberian hadiah kepada para pemenang WoPhO 2011, Gubernur NTB kemudian akan memberikan “tongkat estafet” kepada tuan rumah WoPhO 2012 yaitu kepada Bupati Manokwari.

WoPhO 2011 resmi ditutup tanggal 2 Januari 2012 dengan ditandai pemukulan gong oleh Gubernur  Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Acara ini turut dihadiri oleh anggota board dari WoPhO, juri internasional WoPhO, para MUSPIDA provinsi Nusa Tenggara Barat, Bupati Kabupaten Manokwari dan para sponsor, rekan- rekan dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau disingkat STKIP, teman- teman media serta tamu undangan lainnya.
Acara ini terselenggara atas dukungan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bapak Dr. TGH. Muhammad Zainul Majedi, Bapak Ones Pahabol, MEDCO, PT Bank Mayapada Internasional Tbk, Eka Tjipta Foundation, IPEKA Christian School, Blibli.com, Bapak Hermawan Kertajaya, Bapak Gandi Sulistiyanto, Bapak Anugerah Pekerti, Bapak Hadi Surya, Yayasan A & A Rachmat, Kabupaten Manokwari, INDOCEMENT, PT AKR Corporindo Tbk, PT Metland Tbk, Ganesha Operation, PT Barito Pacific Tbk, PT Kandel, SURE Indonesia dan semua pihak yang turut mendukung lomba ini.

===========================================================

Mengenai Surya Institute:

Surya Institute (SI) didirikan pada tahun 2006 oleh Prof. Yohanes Surya, PhD dengan misi upaya mereformasi pendidikan sains dan matematika di Indonesia. Upaya SI mengarahkan metoda pembelajaran sains dan matematika yang Gampang, ASyIk dan menyenaNGkan (GASING), sehingga apa yang dipelajari oleh para siswa akan merupakan bekal yang mempersiapkan mereka untuk berprestasi di dunia kerja kelak. SI juga percaya bahwa dengan kemajuan dalam pendidikan sains dan matematika, Indonesia kelak akan mempunyai sumber daya manusia yang berkwalitas tinggi yang akan memberikan sumbangsih sebesarbesarnya pada masyarakat, baik secara lokal maupun internasional. Untuk mencapai hal tersebut, selain penelitian serta pengembangan materi dan metoda, SI juga bekerjasama dengan pemerintah pusat maupun daerah serta sekolahsekolah untuk melatih guru-guru diseluruh Nusantara.

============================================================

Informasi lebih lanjut:
Srisetiowati Seiful +62811 822 050
Direktur Eksekutif Surya Institute

Hendra Kwee +628 18179419
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan SURYA


SieDoc