TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Pentingnya Moderasi dalam Olimpiade Fisika


Mengapa dalam olimpiade fisika ada moderasi? Apakah lewat moderasi pimpinan tim dapat mengemis-ngemis nilai tambahan?

Dalam olimpiade fisika juri seringkali melakukan kesalahan dalam memeriksa hasil test siswa. Kesalahan ini bisa disebabkan karena terlalu banyaknya kertas yang harus diperiksa sehingga tingkat ketelitian koreksinya sering berkurang. Untuk mengatasi hal ini, para team leader diperbolehkan memberikan nilai juga. Jika ada perbedaan nilai antara nilai yang diberikan juri dan team leader maka dibuatlah suatu momen yang disebut moderasi untuk mencari titik temu antara kedua hasil tersebut. Disini sering terjadi adu argumentasi.

Waktu yang diberikan untuk moderasi biasanya sangat singkat, hanya 20 menit untuk 5 siswa. Jadi kita harus memilih-milih siswa mana yang kita harus perjuangkan.

Pada umumnya siswa yang kita perjuangkan adalah siswa yang terletak diperbatasan misalnya diperbatasan emas, perbatasan perak, perbatasan perunggu atau perbatasan hadiah-hadiah khusus.

Contoh si A mendapat nilai 39,3 sedangkan batas emas adalah 40. maka disinilah peran moderasi cukup besar. Tapi kalau si A dapat nilai 37 mau jadi 40, sampai teriak-teriak atau nangispun  juga pasti tidak akan dapat. Yang kita dapat adalah malu besar karena dihina dan diejek oleh juri (ini biasa diceritakan waktu makan atau ngobrol dengan juri).

Moderasi ini bisa terjadi kalau memang ada kesalahan juri dalam penilaian. Misalnya si murid benar dalam penurunan rumus, tetapi juri tidak melihat ini, maka ini yang menjadi topik moderasi. Kalau juri tidak salah dalam menilai, kita mengemis-ngemis 0,1 point pun tidak akan dapat karena ini menyangkut kredibilitas juri.

Saya akan cerita tentang moderasi Jonathan dalam Olimpiade Fisika 2006. Pada awal penilaian juri Jonathan mendapat point 46,80 berada pada urutan teratas disusul oleh peserta China Shuolong dengan 46,05.

Untuk fisika teori nilai Jonathan 29,7 dari maksimum 30 point. Pada urutan 14 ada peserta China juga dapat nilai 29,7. Sedangkan Shuolong mendapat 29,6. Lalu ada peserta dari Hongaria Gabor (absolute winner tahun lalu) dengan 29,5 point. Waktu kami periksa jawaban Jonathan secara logika ia benar (tidak ada salah). Juri menilai pengambilan angka 650 untuk titik didih air terlalu rendah (padahal dalam fisika itu sah sah saja karena tekanan udara tidak diketahui).  Kami coba protes dengan harapan Jonathan bisa dapatkan the best theory. Sayang walaupun kami coba meyakinkan, juri tetap pada pendirian. Menurut juri  kalau mau ambil titik didih air sekitar 1000 misalnya 900 masih ok dst..dst... Akhirnya kami gagal mendapatkan 0,3 point. Hongaria dan China berhasil, jawaban mereka berdua benar tetapi cara jalannya berbeda dengan cara jalan juri. Gabor dapat 30 point dan China urutan 14 (Hongkai) dapat 30 point juga. Jadilah keduanya itu mendapat penghargaan  the best theory.

Untuk nilai eksperimen Jonathan dapat point 17.10 point dari 20 point disusul oleh peserta china Shuo Long  dengan 16,45. Menurut penilaian team leader China, juri terlalu keras dalam penilaian, mereka akan maju moderasi. Kami team leader Indonesia mulai berhitung, kalau Shuo Long  dapat 1 point, maka bisa melayang absolute winner kita. Kami coba cari apa ada kesalahan juri. Ternyata kami temukan kesalahan dalam penilaian. Penurunan rumus difraksi bragg benar tanpa salah, hanya Jonathan mengerjakannya terlalu melompat sehingga juri bilang ini tidak boleh. Nilainya cukup besar 0,8 point. Kami optimis ini bisa diperoleh. Tapi begitu menghadap juri. Juri tetap pada keputusan, tidak bisa, walau kami ngotot sekeras apapun sampai waktu moderasi habis untuk bagian ini kami tidak mendapat nilai sekecil apapun. Namun pada bagian lain kami  menemukan kesalahan juri yang lain yaitu rumus error. Jawaban Jonathan benar sesuai dengan solusi yang sudah dikoreksi (juri ternyata memegang solusi yang belum dikoreksi) disini Jonathan bisa mendapatkan kembali 0,2 point yang diambil juri. Lalu dari grafik ternyata juri juga membuat kesalahan, ia tidak terlalu teliti melihat pekerjaan Jonathan. Juri mengakui kekeliruan, minta maaf dan mengembalikan nilai  Jonathan  0,2 point.

Perjuangan yang cukup melelahkan selama 7 x 20 menit = 140 menit  hanya dapat 0,4 point (siswa yang lain tidak kami moderasi karena sudah aman pada posisinya dan tidak berada di ambang perburuan medali kecuali Andi).

Tim leader China  juga moderasi untuk ShuoLong dan ia juga dapat 0,4 point. Jadilah Jonathan tetap sebagai absolute winner dengan 47,20 point.



Yohanes Surya